Duka Megawati Atas KA vs KRL di Bekasi, Dorong Evaluasi Sistem-Keamanan Kereta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Foto: PDIP

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa atas tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur nan terjadi pada Senin (27/4) malam.

Insiden ini menewaskan 16 orang dan puluhan lainnya terluka.

“Ibu Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa. Beliau begitu sedih. Ibu Megawati bermohon bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka nan dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (29/4).

Hasto menyebut, Megawati mengarahkan personil Fraksi PDIP dri DPR RI untuk memberi perhatian unik mengenai pembenahan sistem keamanan kereta api di Indonesia, termasuk dengan melakukan rapat kerja dengan PT KAI dan pihak terkait.

"Ibu Megawati meminta seluruh personil Poksi V PDIP DPR RI nan dipimpin Saudara Lazarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," papar Hasto.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurutnya, kejadian ini menjadi momentum untuk membenahi dan memperkuat sistem transportasi. Megawati berharap, ke depan kereta api menjadi tulang punggung transportasi.

"Ke depan kereta api kudu menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional nan aman, nyaman, tepat waktu, dan mempunyai agunan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjut Hasto.

Megawati mengenang perjalanan nan sering dilakukan oleh ayahnya nan merupakan Presiden pertama RI, dengan kereta api.

Pada setiap perlintasan, selalu dijaga oleh tenaga kerja nan disebut Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), saat itu dengan berseragam dan membawa bendera merah.

Menurut Megawati, kereta api mempunyai peran krusial dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk memfasilitasi pikulan pasukan dan logistik selama masa revolusi fisik. Bung Karno pun pernah bekerja sebagai tenaga kerja di kereta api pada masa Hindia Belanda.

video from internal kumparan
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan