Duh! Kepala Sekolah Dipukuli Anggota TNI karena Tidak Terima Anaknya Ditegur

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Duh! Kepala Sekolah Dipukuli Anggota TNI lantaran Tidak Terima Anaknya Ditegur

Pasukan TNI/ilustrasi Okezone

LAMONGAN - Seorang kepala sekolah madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berinisial MR, menjadi korban pemukulan oleh wali siswa nan merupakan anggota TNI di ruangannya. 

Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami memar di sekitar mata dan dugaan keretakan hidung.
    
Berdasarkan keterangan nan disampaikan pendamping korban, kejadian bermulai saat pihak sekolah melakukan pemeriksaan kedisiplinan siswa. Korban kemudian menegur seorang siswa nan tidak mengenakan sepatu dan kaus kaki serta memintanya pulang untuk mengambil kaus kaki.

Siswa tersebut diduga mengadukan kejadian itu kepada orang tuanya. Orang tua siswa sebagai personil TNI kemudian mendatangi sekolah hingga terjadi percekcokan dengan korban. Dalam kejadian tersebut, wali siswa diduga memukul wajah kepala sekolah.

Anggota LBH NU PCNU Lamongan, Nur Afid Santoso, mengatakan pihaknya mendampingi korban untuk melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Subdenpom TNI Lamongan.

"Kronologi kejadian lantaran kesalahpahaman. Jadi setiap pagi pihak sekolah kan cek kedisplinan siswa, salah satunya anak pelaku. Nah, anak ini menangis namun belum jelas lantaran apa. Lalu pelaku datang ke sekolah melakukan pemukulan," ujarnya, Minggu (18/10/2026).

Sebelum menempuh jalur hukum, kedua pihak sempat menjalani mediasi di balai desa. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga korban memutuskan melaporkan peristiwa itu melalui jalur norma militer.

"Kami datang ke Denpon melaporkan untuk penyelesaian masalah ini," ucap Nur Afid.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihak kepolisian membantu korban mendatangi instansi Subdenpom TNI Lamongan untuk membikin laporan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑