Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, memastikan negara datang dalam penanganan kesehatan YTR, korban penyekapan dan penganiayaan nan diduga dilakukan Taufik Hidayat. YTR saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dudung menyebut perhatian pemerintah tak hanya menyangkut perawatan medis, tetapi juga keberlanjutan penanganan korban ke depan.
Dudung menyampaikan perihal itu usai menjenguk YTR di RSHS Bandung, Kamis (25/6). Dalam kunjungannya, dia mengaku telah berjumpa langsung dengan family korban dan menerima laporan dari pihak rumah sakit mengenai penanganan medis nan sedang berjalan.
“Malam ini saya datang di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk memandang secara langsung korban YTR. Tadi saya langsung memandang dan berjumpa dengan keluarganya. Tentunya saya sampaikan bahwa negara datang dan sangat peduli terhadap perawatan korban, apalagi hingga kelanjutannya,” kata Dudung.
Menurut dia, pemerintah bergerak sigap untuk memastikan seluruh kebutuhan perawatan korban dapat terpenuhi. Dudung mengungkapkan dirinya menerima info dari Direktur RSHS bahwa kasus penganiayaan terhadap wanita dan anak tidak tercakup dalam pembiayaan BPJS.
Mendapat laporan tersebut, Dudung mengaku langsung menghubungi Direktur BPJS. Ia mengatakan respons positif segera diberikan agar korban tetap mendapatkan support pembiayaan dalam proses pengobatan.
“Tadi juga saya mendapat laporan langsung dari Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin bahwa penganiayaan terhadap wanita dan anak tidak di-cover BPJS. Saya langsung menelepon Direktur BPJS dan beliau langsung menyambut baik. Bahkan sebelumnya juga sudah memonitor masalah ini. BPJS juga bakal membantu,” ujarnya.
Selain BPJS, Dudung mengatakan support juga bakal datang dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Kementerian Kesehatan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, juga telah menyatakan siap membantu penanganan korban.
“Nanti prosedurnya bakal dilaporkan kepada LPSK dan Kementerian Kesehatan pun bakal membantu. Di samping itu, Gubernur Jawa Barat juga sepenuhnya bakal membantu,” katanya.
Dudung menegaskan kehadirannya di RSHS merupakan corak perhatian dan keprihatinan negara terhadap kasus kekerasan nan menimpa perempuan.
“Tentunya atas nama negara, kami turut prihatin atas kejadian ini,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap situasi mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurut Dudung, kepedulian penduduk untuk segera melapor sangat krusial agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar masyarakat semakin peduli andaikan di lingkungannya ada hal-hal nan mencurigakan untuk segera dilaporkan,” katanya.
Dudung turut menyampaikan apresiasi kepada jejeran Polda Jabar nan telah menangkap pelaku, serta kepada tenaga medis RSHS nan bergerak sigap menangani korban.
“Kemudian tentunya saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jabar, nan begitu sigap menangkap pelaku. Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada tenaga medis, khususnya Rumah Sakit Hasan Sadikin, nan begitu sigap dan sigap melakukan tindakan-tindakan medis,” ujar Dudung.
Ia berambisi YTR segera pulih dan family diberi kekuatan menghadapi ujian berat ini.
“Kita doakan semoga YTR segera disembuhkan. Kita juga berikan dorongan semangat kepada tenaga medis. Semoga Tuhan nan Maha Kuasa memberikan kekuatan dan ketabahan kepada YTR beserta keluarganya,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·