Dubes Rusia Sebut Belum Ada Pengiriman Minyak ke RI, Tunggu Kabar Lemigas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dubes Rusia untuk RI Sergei Tolchenov dalam press briefing di Kediaman Dubes Rusia, Kuningan, Jakarta. Foto: Nadia Riso/kumparan

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan hingga saat ini belum ada pengajuan spesifik dari pemerintah Indonesia mengenai pembelian minyak mentah dan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan Rusia.

“Pada saat ini saya tidak mempunyai info apakah sudah ada pengiriman (minyak) alias belum,” kata Tolchenov saat konvensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (24/6).

Kendati demikian, dia menginformasikan bahwa beberapa pekan lampau Indonesia telah menetapkan pihak nan bakal menjadi mediator alias focal point dalam perjanjian kerja sama tersebut, ialah Lemigas.

“Karena bukan Pertamina nan bakal menjadi pihak tersebut, melainkan Lemigas,” sebut Tolchenov.

Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFP

Tolchenov pun kembali menekankan sekarang pihaknya belum menjalin komunikasi dengan Lemigas dan lembaga tersebut juga belum menghubunginya.

“Jadi saya berambisi mungkin perihal itu bakal terjadi di masa depan, dalam proyek-proyek mendatang. Namun kami tetap terbuka,” sebutnya.

Katanya, Rusia merupakan pemasok minyak dan gas nan andal serta berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara Asia Tenggara dan dunia. “Jadi jika ada perkembangan alias info nan lebih spesifik, kami siap untuk mendiskusikannya,” tutur Tolchenov.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan minyak mentah alias crude dari Rusia segera masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan daya nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia nan bakal dilakukan secara berjenjang hingga akhir 2026.

“Bagi saya nan paling krusial adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sejenak lagi masuk ya,” ujar Bahlil saat ditemui selepas menghadiri aktivitas Himpunan Alumni IPB di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (24/6).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan