Dubes RI Buka Indonesia Updates dan Bertemu Pimpinan Tertinggi Provinsi Sichuan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dubes RI Beijing Djauhari Oratmangun berjumpa dengan Pimpinan Tertinggi (Party Secretary) Provinsi Sichuan, Y.M Wang Xiaohui, di Chengdu, Provinsi Sichuan, Jumat (17/4/2026). Foto: KBRI Beijing

Duta Besar RI di Beijing membuka program Indonesia Updates bertema Partnership for Resilience dan berjumpa dengan ketua tertinggi (Party Secretary) Provinsi Sichuan, Y.M. Wang Xiaohui, di Chengdu, Provinsi Sichuan, 17 April 2026.

Indonesia Updates dihadiri oleh seratusan undangan dari kalangan media, pengusaha, akademisi, serta perwakilan pemerintah. Dubes Djauhari Oratmangun dalam sambutan pembuka, selain menyampaikan perkembangan hubungan RI–RRT, juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membuka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu.

“Pada bulan Maret 2026 lalu, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 nan menjadi dasar pembukaan KJRI Chengdu. Hal ini merefleksikan prioritas Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dengan area Tiongkok Barat Daya, dengan Chengdu di Provinsi Sichuan sebagai gateway,” ungkap Dubes Djauhari Oratmangun.

Dubes RI Beijing Djauhari Oratmangun menghadiri Indonesia Updates bertema Partnership for Resilience di Chengdu, Provinsi Sichuan, Jumat (17/4/2026). Foto: KBRI Beijing

“Tahun lalu, perdagangan Indonesia–Provinsi Sichuan mencapai lebih dari USD 2,1 miliar. Dengan pembukaan ini, Chengdu bakal menjadi hub krusial bagi penguatan kerja sama tidak hanya di bagian ekonomi, perdagangan, dan investasi, namun juga sektor lain seperti kesehatan, transformasi industri dan energi, pendidikan, serta pariwisata,” imbuhnya.

Selain Provinsi Sichuan, KJRI Chengdu nantinya bakal menangani kerja sama dengan beberapa wilayah di Tiongkok, termasuk Chongqing, Provinsi Yunnan, Shaanxi, dan Gansu.

Sebagai informasi, Indonesia telah mempunyai tiga konsulat jenderal di Guangzhou, Shanghai, dan Hong Kong. Sementara itu, beberapa negara ASEAN lain telah mempunyai lebih dari dua konsulat. Thailand misalnya mempunyai delapan, Vietnam lima, dan Malaysia sembilan.

Dubes RI Beijing Djauhari Oratmangun menghadiri Indonesia Updates bertema Partnership for Resilience di Chengdu, Provinsi Sichuan, Jumat (17/4/2026). Foto: KBRI Beijing

Dalam program ini, KBRI Beijing juga menyampaikan perkembangan kerja sama Indonesia–Tiongkok serta potensi strategis ke depan kepada mitra mengenai di wilayah Chengdu.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing, Anindityo Adi Primasto, menekankan bahwa dengan komposisi masyarakat usia muda nan besar, sumber daya alam melimpah, perekonomian nan stabil, serta konsentrasi pemerintah dalam mendorong industri berbobot tambah, menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai mitra ekonomi nan menjanjikan, tetapi juga saling melengkapi bagi Sichuan. Perdagangan bilateral Indonesia–Tiongkok pada 2025 mencapai lebih dari USD 167 miliar alias sekitar Rp2.862 triliun, sementara investasi mencapai USD 7,5 miliar alias sekitar Rp128,5 triliun.

Sektor pendidikan juga dinilai potensial untuk terus diperkuat, termasuk bagian vokasi. Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan kedua negara semakin intensif. Ia juga berambisi semakin banyak mahasiswa Tiongkok nan berkeinginan belajar di Indonesia, termasuk dengan memanfaatkan danasiwa Darmasiswa.

Dubes RI Beijing Djauhari Oratmangun membuka Indonesia Updates bertema Partnership for Resilience di Chengdu, Provinsi Sichuan, Jumat (17/4/2026). Foto: KBRI Beijing

Sementara itu, Atase Imigrasi KBRI Beijing, Herawan Sukoaji, menjelaskan bahwa kebijakan imigrasi Indonesia juga mendukung upaya penguatan kerja sama ekonomi dan people-to-people contact. Fasilitas golden visa memberikan kesempatan bagi investor, inovator, dan diaspora Indonesia untuk tinggal di Indonesia selama 5–10 tahun guna berinvestasi dan mendukung pembangunan.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Sichuan, Liu Min, turut menghadiri aktivitas ini sekaligus menyampaikan sambutan nan menekankan kesiapan Sichuan untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.

KBRI Beijing juga mempromosikan durian kaku Indonesia nan telah memasuki pasar Tiongkok sejak Januari 2026 serta jenis produk makanan dan minuman Indonesia lainnya seperti keripik, kerupuk, kopi, dan lain-lain.

Indonesia Updates juga dimeriahkan dengan tarian Nusantara nan dibawakan oleh mahasiswa Indonesia di Chengdu.

Bertemu Party Secretary Sichuan, Bahas Panda hingga Kerja Sama Industri

Duta Besar RI juga berjumpa dengan ketua tertinggi (Party Secretary) Provinsi Sichuan, Y.M. Wang Xiaohui. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Djauhari selain menyampaikan perkembangan rencana pembukaan KJRI Chengdu, juga mengusulkan beberapa area kerja sama strategis.

“Dengan besarnya potensi Indonesia dan Provinsi Sichuan, ada banyak bagian kerja sama nan dapat terus kita kembangkan, termasuk industri dan hilirisasi, daya terbarukan seperti panel surya, obat-obatan dan kesehatan, pengembangan battery storage, serta ekosistem energi,” ungkapnya.

Dubes Djauhari menambahkan bahwa hubungan antarmasyarakat juga menjadi pilar krusial kerja sama Indonesia–Sichuan, baik melalui pendidikan, pariwisata, maupun budaya.

“Tahun lalu, bayi panda nan diberi nama ‘Ksatrio’ alias Rio lahir di Taman Safari Bogor, menjadi simbol persahabatan nan kuat antara Indonesia–Tiongkok, khususnya Sichuan, mengingat Sichuan merupakan pusat konservasi panda,” ujarnya.

“Pariwisata juga sangat menjanjikan, dengan telah adanya penerbangan langsung dari Chengdu ke Jakarta dan Bali,” imbuhnya.

Menurut Party Secretary Wang Xiaohui, Sichuan merupakan provinsi dengan ekonomi terbesar keenam di Tiongkok. Produk Domestik Bruto (PDB) Sichuan mencapai sekitar USD 1 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,5 persen, alias 0,5 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.

Sichuan juga dikenal mempunyai kapabilitas industri di bagian elektronik, daya terbarukan, perkeretaapian dan transportasi, fotovoltaik, kimia, serta kepintaran buatan (AI). Provinsi ini juga mempunyai industri baterai nan menguasai sekitar 10 persen produksi baterai dunia. Perusahaan daya terbarukan dari Sichuan juga tengah menjalin kerja sama dengan Indonesia di bagian panel surya.

Kerja sama Indonesia–Sichuan telah berjalan intensif. Provinsi Sichuan telah mempunyai kerja sama provinsi kembar dengan Jawa Barat, sementara itu Chengdu mempunyai kerja sama kota kembar dengan Medan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan