Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Usai Erupsi Gunung Dukono

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Dua pendaki asal Singapura ditemukan tewas setelah erupsi Gunung Dukono..

, TERNATE, – Tim campuran pencarian dan pengamanan (SAR) sukses menemukan jasad dua pendaki asal Singapura nan lenyap sejak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (tanggal tidak disebutkan).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan bahwa kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E, sekitar 13 meter di utara letak awal sinyal darurat terdeteksi oleh Pusat Komando Nasional SAR.

Ramdani menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan dalam posisi berdekatan, terjepit di bawah batu besar.

Sebelumnya, tim SAR juga telah menemukan jasad seorang pendaki asal Indonesia pada hari Sabtu.

Setelah penemuan tersebut, tim campuran SAR mengevakuasi jasad-jasad dari tepi kawah Gunung Dukono ke pos komando utama di Desa Mamuya. Proses pemindahan dilakukan dalam kondisi hujan lebat dan medan nan berisiko tinggi.

"Kantong jenazah tiba di pos komando Desa Mamuya pukul 17.43 WIT, dan korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tobelo untuk autopsi," tambah Ramdani.

Ramdani mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh personel nan terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, menegaskan bahwa mereka menjalankan tugas dengan maksimal meski cuaca jelek dan ancaman aktivitas vulkanik nan terus berlangsung.

Dengan ditemukannya seluruh korban hilang, operasi SAR secara resmi ditutup.

Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, Kantor SAR Ternate menerima info dari Pusat Komando Nasional SAR mengenai sinyal SOS darurat nan dikirim dari perangkat pesan satelit di koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E di area Gunung Dukono.

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya, nan menyatakan bahwa beberapa pendaki mengalami cedera akibat erupsi dan meminta support SAR untuk evakuasi.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional