Jakarta, CNN Indonesia --
Dua wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) telah menetapkan status siaga kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Sementara itu, penetapan status serupa di tingkat provinsi sekarang tetap dalam proses.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, saat ini wilayah nan sudah menetapkan status siaga karhutla ialah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada dua wilayah nan menetapkan status siaga karhutla, OKI dan Ogan Ilir. Untuk di tingkat provinsi, saat ini kita sudah mengusulkan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ditetapkan," ujar Iqbal, Selasa (21/4) seperti dikutip dari detikSumbagsel.
Provinsi Sumsel diketahui mempunyai 17 kabupaten/kota nan terdiri atas 13 kabupaten dan 4 kota.
Terkait Karhutla, Iqbal menjelaskan provinsi Sumsel sudah diajukan untuk berstatus siaga. Dia mengatakan pengajuan penetapan status siaga di tingkat provinsi itu sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musibah nan kerap terjadi saat musim kemarau.
"Status siaga ini bakal kita tetapkan sejak SK ditandatangani Pak Gubernur hingga 30 November mendatang. Jika potensi musibah tersebut tetap ada, bakal kita perpanjang lagi nantinya," katanya.
Pihaknya berambisi status siaga karhutla Sumsel di tingkat provinsi itu sudah bisa ditetapkan setidaknya sebelum akhir bulan ini.
"Mudah-mudahan sebelum apel siaga 29 April kelak sudah kita tetapkan status siaga," tambahnya.
Menurutnya, dengan adanya penetapan status siaga, koordinasi lintas lembaga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat dilakukan lebih optimal.
Selain itu, BPBD Sumsel juga terus melakukan beragam langkah kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah titik.
Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta lembaga mengenai lainnya untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi karhutla dalam beberapa waktu ke depan.
"Berdasarkan info dari BMKG, musim tandus bakal terjadi mulai Mei nanti. Sementara puncak tandus bakal terjadi sepanjang Juli-September," ujarnya.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·