Ilustrasi.(Magnific)
HIPERTENSI atau tekanan hipertensi tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global. Berdasarkan info nan disampaikan oleh Cliff Berger, M.D., F.A.C.C., Kepala Kardiologi di Beth Israel Deaconness Hospital-Needham, kondisi ini memengaruhi sekitar 45% orang dewasa di Amerika Serikat.
Hal nan paling mengkhawatirkan adalah nyaris separuh dari penderita hipertensi tidak mempunyai kontrol tekanan darah nan memadai. Kondisi ini secara drastis meningkatkan akibat serangan jantung, stroke, hingga penyakit ginjal kronis.
Temuan Studi: Olahraga nan paling Efektif
Satu tinjauan sistematis dan meta-analisis berskala besar nan diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine memberikan angan baru. Studi nan mengumpulkan info dari 31 penelitian dengan total 1.345 partisipan ini menemukan bahwa jenis olahraga tertentu dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu 24 jam.
Para peneliti membandingkan beragam jenis aktivitas fisik, termasuk latihan aerobik, High-Intensity Interval Training (HIIT), latihan kombinasi, dan pilates. Hasilnya, dua metode berikut terbukti paling efektif:
- Latihan Kombinasi: Gabungan antara latihan aerobik (seperti joging alias bersepeda) dengan latihan beban (resistance training).
- HIIT (High-Intensity Interval Training): Latihan intensitas tinggi dengan jarak rehat singkat.
Kedua jenis latihan ini secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi dalam periode 24 jam setelah beraktivitas.
Definisi Medis: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas 130 mmHg alias tekanan diastolik di atas 80 mmHg.
Mengapa Olahraga Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
Amar Shere, M.D., mahir kardiologi non-invasif di Hackensack University Medical Center, menjelaskan bahwa olahraga bekerja melalui beberapa sistem kunci:
- Fleksibilitas Pembuluh Darah: Latihan aerobik meningkatkan kesehatan pembuluh darah dengan membuatnya lebih fleksibel, sehingga darah mengalir lebih mudah dan tekanan pada arteri berkurang.
- Regulasi Sistem Saraf: Aktivitas bentuk membantu mengatur sistem saraf nan berkedudukan dalam menjaga stabilitas tekanan darah.
- Perbaikan Metabolik: Latihan beban dan aerobik meningkatkan sensitivitas insulin serta mengurangi peradangan dan kerusakan oksidatif pada pembuluh darah.
Rekomendasi Ahli
Meskipun latihan intensitas tinggi dan kombinasi menunjukkan hasil nan cepat, Dr. Shere menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama. "Hal terpenting adalah menemukan jenis olahraga nan Anda nikmati dan dapat dilakukan secara konsisten untuk faedah kesehatan jangka panjang," ujarnya.
Selain olahraga, Dr. Berger juga menyarankan intervensi nonfarmakologis lain yang telah teruji secara klinis, antara lain:
- Menerapkan diet rendah natrium (garam).
- Mengurangi konsumsi alkohol.
- Meningkatkan kualitas tidur.
- Mengurangi paparan polusi udara dan suara.
Para mahir menyarankan pasien untuk tetap berkonsultasi dengan master guna menemukan keseimbangan antara intervensi style hidup dan penggunaan obat-obatan nan sesuai dengan kondisi masing-masing. (Prevention/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·