, BANDA ACEH, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyatakan dua waduk nan baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto, ialah Bendungan Rukoh dan Keureuto, bisa melayani total area irigasi seluas 26.889 hektare untuk kebutuhan pertanian. Peresmian ini menjadi tonggak krusial dalam penguatan ketahanan pangan dan air di provinsi tersebut.
Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menjelaskan, panjang total jaringan irigasi dari kedua waduk ini mencapai 83,33 kilometer. Presiden Prabowo Subianto meresmikan kedua waduk tersebut pada Jumat (10/7) berbarengan dengan tiga waduk lain di provinsi berbeda, ialah Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.
Rincian Layanan Bendungan
Dari total luasan tersebut, Bendungan Keureuto nan berlokasi di Kabupaten Aceh Utara melayani area irigasi seluas 14.695 hektare dengan panjang jaringan irigasi mencapai 75,94 kilometer. Sementara itu, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie melayani lahan seluas 12.194 hektare dengan panjang jaringan 7,39 kilometer.
M Nasir merinci, Bendungan Keureuto mempunyai kapabilitas tampungan mencapai 215 juta meter kubik air. Selain irigasi, waduk ini juga menyediakan air baku sebesar 650 liter per detik dan berfaedah mengendalikan banjir untuk area seluas 627 hektare. Bendungan ini juga mempunyai potensi daya baru terbarukan, ialah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6,34 MW dan potensi PLTS terapung hingga 179 MW.
Di sisi lain, Bendungan Rukoh mempunyai kapabilitas tampung 128 juta meter kubik air. Bendungan ini bisa menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir di area 51 hektar, serta mempunyai potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 1,22 MW dan PLTS 137 MW.
Proyek Strategis Nasional
Pembangunan kedua waduk nan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menelan investasi besar. Bendungan Keureuto dibangun sejak 2015 dengan nilai perjanjian Rp2,961 triliun, sedangkan Bendungan Rukoh dikerjakan sejak 2018 dengan perjanjian senilai Rp2,4 triliun. M Nasir menegaskan bahwa penyelesaian kedua proyek ini menjadi pondasi krusial bagi penguatan ketahanan pangan, air, dan daya di Aceh.
"Optimalisasi kedua waduk tersebut dapat mendukung program swasembada pangan nasional melalui indeks pertanaman," kata M Nasir.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·