Driver Ojol Wanita Ikut May Day di Monas, Curhat Potongan Aplikator Bisa 40%

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol), termasuk dari kalangan wanita turut meramaikan peringatan Hari Buruh alias May Day di Monas, Jakarta Pusat. Salah satu driver ojol mencurahkan keluhan, salah satunya mengenai potongan aplikasi nan dinilai memberatkan.

Novita Meliana Pratiwi (42), driver ojol asal Pademangan, Jakarta Utara, mengaku potongan dari aplikator bisa mencapai sekitar 40 persen. Hal itu dirasakannya dari kombinasi potongan per order dan biaya tambahan lainnya.

"Kalau dihitung itu semuanya lebih dari 20 persen. Sekitar kurang lebihnya 40 persen. Jujur memang berat banget sih buat kita," kata Novita di Monas, Jumat (1/5/2026).

Novita datang berbareng 10 rekan sesama driver ojol dari wilayah Jakarta Utara. Mereka berangkat menggunakan motor masing-masing sejak pagi hari untuk ikut menyuarakan aspirasi di momen May Day.

"Ada 11 orang dari Pademangan. Kita semua konsentrasi di ojol, nggak ada kerja sampingan," ujarnya.

Dia menjelaskan selain potongan sekitar 20 persen dari setiap order, pengemudi juga tetap dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 20 ribu setiap menyelesaikan 10 order. Skema ini membikin pendapatan nan diterima semakin berkurang.

"Setiap order dipotong 20 persen. Terus per 10 orderan kita dipotong lagi Rp 20 ribu. Jadi double, itu nan bikin berat," jelasnya.

Dalam sehari, Novita mengaku bisa menyelesaikan sekitar 20 hingga 25 order dari pagi hingga sore. Namun, menurutnya jumlah tersebut belum tentu cukup jika mempertimbangkan beragam potongan nan ada.

"Kalau hanya 10 orderan, kita malah rugi. Jadi kudu ngejar banyak order biar bisa bawa pulang duit cukup," katanya.

Di kembali pekerjaannya sebagai driver ojol, Novita juga menjadi tulang punggung keluarga. Dia kudu menghidupi anak-anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal dunia.

"Saya ibu rumah tangga sekaligus bapak juga. Suami sudah meninggal, jadi saya nan tanggung kebutuhan anak-anak," tuturnya.

Novita berambisi pemerintah dan pihak aplikator lebih memperhatikan kesejahteraan driver, khususnya perempuan. Salah satu nan disorot adalah soal potongan nan diminta bisa diturunkan menjadi maksimal 10 persen.

"Harapannya potongan betul-betul diturunkan jadi 10 persen. Terus biaya tambahan itu dihapus, agar kita nggak terlalu terbebani," ucapnya.

Selain itu, Novita juga menyoroti aspek keselamatan bagi ojol perempuan. Ia menilai fitur filter penumpang wanita nan ada saat ini belum melangkah optimal.

"Kita sudah pakai filter penumpang perempuan, tapi tetap saja dapat penumpang laki-laki. Jadi kayaknya belum efektif," imbuhnya.

Meski hari ini memilih libur untuk mengikuti aksi, Novita berencana kembali bekerja setelah aktivitas selesai. Ia dan rekan-rekannya berambisi bunyi mereka di momen Hari Buruh ini bisa didengar.

"Ini kita libur dulu buat ikut berpartisipasi. Nanti selesai aktivitas mungkin jalan lagi, narik lagi," ucapnya. (bel/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News