DPRD Jabar Desak PT Jasa Sarana Setop Bisnis Merugi, Aset Tergerus Rp500 Miliar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, BANDUNG, – Komisi III DPRD Jawa Barat mendesak manajemen PT Jasa Sarana untuk segera menghentikan seluruh lini upaya nan merugi dan melakukan pertimbangan total. Langkah ini dinilai krusial demi menyelamatkan aset wilayah nan tersisa di tengah kondisi finansial BUMD prasarana tersebut nan terus mengalami penyusutan drastis.

Berdasarkan hasil audit dan pertimbangan mendalam Komisi III, nilai total aset PT Jasa Sarana yang sebelumnya sempat tercatat di atas nomor Rp1 triliun, saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp500 miliar saja. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tanggungjawab utang perusahaan nan tetap melangkah di kisaran Rp170 miliar hingga Rp180 miliar.

Dengan demikian, nilai bersih (net asset) nan betul-betul dimiliki oleh BUMD tersebut menyusut hingga tersisa di kisaran Rp400 miliar. Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menyatakan bahwa usaha-usaha nan selama ini tidak memberikan untung apalagi menimbulkan kerugian kudu segera dievaluasi dan dihentikan.

"Sebaliknya, perusahaan perlu lebih konsentrasi mengembangkan sektor upaya nan tetap produktif dan mempunyai potensi menghasilkan untung agar kondisi finansial dapat kembali sehat," ujar Jajang dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Defisit Operasional dan Beban Utang

Jajang memaparkan bahwa pendapatan nan diperoleh setiap tahun belum bisa menutup seluruh biaya operasional, sehingga perusahaan tetap mengalami defisit sekitar Rp3 miliar per tahun. "Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi finansial PT Jasa Sarana memerlukan perhatian serius," ucapnya.

Menyikapi krisis finansial tersebut, Komisi III mendorong PT Jasa Sarana segera melakukan langkah taktis pemulihan finansial berupa optimasi aset. Salah satu opsi nan diusulkan adalah pelepasan aset-aset nan tidak produktif (idle asset), untuk kemudian dialokasikan sebagai penguat modal pada lini upaya nan dinilai mempunyai prospek cerah.

Jajang menegaskan bahwa pengawasan ketat dari DPRD ini bermaksud untuk memastikan kegunaan BUMD kembali sehat dan profesional. Dengan demikian, PT Jasa Sarana diharapkan bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Jabar secara maksimal, bukan justru menjadi beban APBD.

"Perbaikan manajemen menjadi kunci utama. Dengan tata kelola nan baik, pengelolaan upaya nan lebih fokus, serta optimasi aset, kami optimistis PT Jasa Sarana dapat kembali berada pada kondisi finansial nan sehat dan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑