Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik kepada para pembimbing honorer di beragam daerah. Kendaraan roda dua tersebut sebelumnya dibeli untuk kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Yahya, langkah hibah tersebut merupakan solusi nan paling tepat agar aset nan telah dibeli menggunakan anggaran negara tidak mubazir dan tetap memberikan faedah nyata bagi masyarakat.
"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut bakal dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut," kata Yahya nan dikutip Sabtu, 20 Juni 2026.
Meski mendukung rencana pengalihan aset tersebut, Yahya menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak sependapat dengan pengadaan motor listrik untuk kebutuhan operasional SPPG.
Ia menilai kendaraan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan riil para pengelola dapur dalam menjalankan tugasnya di lapangan lantaran mereka tidak memerlukan mobilitas tinggi dalam bekerja.
Politikus Partai Golkar itu juga mengungkapkan bahwa Komisi IX DPR tidak pernah menerima laporan maupun info mengenai proyek pengadaan motor listrik tersebut. Kondisi itu membikin kegunaan pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tidak dapat melangkah secara optimal.
Selain masalah urgensi, Yahya menyoroti proses pengadaan nan dinilainya tidak ahli lantaran perusahaan penyedia kendaraan tidak mempunyai jaringan dealer maupun akomodasi jasa purna jual nan memadai. Lebih jauh, dia juga menyesalkan adanya indikasi penggelembungan nilai alias mark-up dalam pengadaan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·