DPR Ramai-ramai Kecam Penembakan KKB Tewaskan 3 ASN di Papua

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah personil DPR mengecam kasus penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) nan menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9).

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta meminta abdi negara mengusut tuntas pelaku dan jaringan para pelaku, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

"Jangan berakhir pada siapa nan menarik pelatuk. Ungkap siapa nan merencanakan, memasok senjata, dan memberikan support terhadap tindakan kekerasan ini," kata politikus PKS itu, Jumat (11/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukamta menilai masifnya serangan KKB terhadap masyarakat sipil kudu menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebab, menurut dia, perihal itu menjadi indikasi bahwa golongan bersenjata semakin mengandalkan teror dan pembuatan ketakutan sebagai langkah untuk mempertahankan pengaruhnya.

"Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu langkah nan digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil," katanya.

Wakil Ketua Komisi DPR bagian pertahanan itu meminta pemerintah memperkuat penemuan dini, info intelijen, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Khususnya bagi mereka nan bekerja di sektor pelayanan publik seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

"Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini saat nan bagus bagi Pemerintah Pusat, Pemda dan Masyarakat bersama- sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali," katanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono mendorong abdi negara segera menangkap pelaku serta memastikan proses norma berjalan. TNI, kata Dave, perlu memberikan support sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk mengerahkan keahlian dan sumber daya nan diperlukan.

Menurut dia, negara tak boleh membiarkan masyarakat dan abdi negara sipil menjadi sasaran kekerasan. Komisi I DPR RI bakal terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Papua dan memastikan kebijakan pertahanan serta keamanan negara tetap diarahkan untuk melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI.

"Koordinasi antara TNI dan Polri kudu terus diperkuat agar setiap ancaman dapat direspons dengan sigap dan tepat, sekaligus mencegah jatuhnya korban kembali," ujar Dave.

Roadmap penanganan KKB

Sementara, personil Komisi I DPR Bidang Pertahanan, Oleh Soleh sebelumnya mendesak pemerintah segera menyusun roadmap alias peta jalan pemberantasan KKB di Papua.

Dia menyebut kasus penembakan itu sebagai tragedi kemanusiaan nan tak bisa dibiarkan terus berulang. Penanganannya tidak boleh parsial alias hanya kasus per kasus, namun perlu strategi nan utuh.

"Aparat kudu menyusun strategi secara menyeluruh untuk memberantas KKB. Harus ada roadmap pemberantasan KKB di Papua, sehingga langkah negara tidak hanya muncul ketika ada kasus," kata Soleh saat dihubungi, Jumat (11/9).

Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap penembakan terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau aktivitas cetak sawah.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tiga pegawai berstatus ASN tewas dalam penembakan tersebut. Mereka ialah WB (24), AR (49) nan merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35).

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan telah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan terhadap tiga penduduk sipil nan merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan nan terjadi pada Rabu (9/9).

Yusuf mengatakan polisi juga telah memeriksa saksi korban nan selamat.

"Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban nan selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9)

(thr/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional