Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) mengkritik pemerintah mengenai pembayaran angsuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) nan memerlukan anggaran cukup besar, di tengah terbatasnya fiskal pemerintah.
Anggota Banggar DPR Fraksi PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit mengkritik pemerintah atas kembang nan muncul setelah adanya anggaran kembang angsuran pinjaman KDMP hingga mencapai Rp 13,4 triliun.
"Ini kelak bisa jadi catatan buat pemerintah. Kita (pemerintah) kasih ke bank Himbara Rp 51 triliun, tapi Himbaranya malah dapat kembang Rp 13 triliun? Itu jika dialihkan ke transfer wilayah (TKD), dampaknya luar biasa lho, bisa cover DBH (dana bagi hasil) juga," kata Dolfie dalam rapat panitia kerja (Panja) TKD Banggar DPR, Rabu (9/9/2026).
Ia pun juga menyinggung soal peran Danantara saat menyoroti kembang pinjaman nan diambil oleh perbankan himbara.
"Malah kita kasih ke bank Himbara nan dia sudah punya kekuatan tersendiri lewat Danantara," tegasnya.
Bahkan, perihal ini dapat membikin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak optimal lantaran digunakan untuk bayar kembang pinjaman.
"Kita subsidi lagi dari APBN. Tolong dipikirkan. Masa APBN kasih ke bank Himbara Rp 13 triliun, sementara APBN-nya buat transfer wilayah kita babak belur seperti ini? Jadi, minta pertimbangan Rp 13 triliun ini dapat di reformulasikan," ujarnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·