DPR Minta Prabowo Buka Data 52 Perusahaan Terkait Kebakaran Hutan

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komisi IV DPR mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nan terus meluas hingga pertengahan Oktober 2026. Pemerintah juga diminta membuka info perusahaan nan diduga mempunyai keterkaitan dengan kebakaran tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman meminta pemerintah mengungkap identitas 52 perusahaan nan terafiliasi dengan modal Malaysia dan Singapura serta dikaitkan dengan karhutla di Indonesia.

Desakan itu muncul di tengah jatuhnya korban jiwa, meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap, serta kerusakan lingkungan. Alex mengingatkan, Indonesia jangan sampai kehilangan predikat sebagai paru-paru bumi dan justru dicap sebagai perusak paru-paru.

“Karhutla sudah tak lagi merusak kesehatan, tapi juga telah memaksa seorang orang tua kehilangan anaknya. Seorang anak kehilangan ayah. Bahkan, tanaman dan satwa langka juga musnah. Mau sampai kapan kita seperti ini,” kata Alex kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Keprihatinan Alex menyusul tewasnya empat orang saat memadamkan karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Dua relawan lainnya mengalami luka bakar serius dan kudu menjalani perawatan intensif.

Menurut Alex, karhutla bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman serius bagi keselamatan manusia. Dampaknya juga meluas hingga ke negara tetangga akibat kabut asap nan melintasi perbatasan.

Alex menilai pernyataan Prabowo nan menyebut karhutla sebagai “terorisme ekologi” dalam rapat terbatas pada 16 September 2026 sudah tepat. Namun, dia mengingatkan agar pernyataan tersebut diikuti langkah konkret untuk mengatasi kebakaran.

“Namun, kita tidak boleh terjebak dengan jargon. Harus ada tindakan nyata dan konkret dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya.

Salah satu langkah nan didesak Alex adalah membuka info perusahaan nan teridentifikasi mempunyai keterkaitan antara konsesi lahan dan titik panas kebakaran. Dia menyoroti info nan diungkap Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Greenpeace Indonesia mengenai 52 perusahaan nan terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura.

“Jangan biarkan info ini jadi bola panas di ruang publik, tanpa penjelasan dan tindakan nan jelas dari pemerintah,” tegas politikus PDIP tersebut.

Alex juga menyoroti beredarnya meme tentang kabut asap alias “jerebu” di negara tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperburuk gambaran Indonesia di mata bumi jika karhutla tidak segera ditangani.

Berdasarkan info Kementerian Kesehatan nan disampaikan Alex, hingga 12 Oktober 2026 tercatat 277.075 kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak. Sebanyak 62.400 kasus alias 22,5 persen di antaranya menimpa anak berumur di bawah lima tahun.

Alex juga menyebut 324 orang mengalami luka berat dan 23 orang luka ringan akibat karhutla. Mayoritas korban tersebut berasal dari Kalimantan Tengah.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑