Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |20:42 WIB

Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin/ist
JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta pemerintah lebih serius menangani kasus kekerasan terhadap wanita dan anak nan semakin meningkat. Persoalan wanita dan anak kudu menjadi prioritas nasional lantaran menyangkut masa depan bangsa.
Azis mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus nan kudu mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.
“Kalau memandang datanya, tiap tahun kasus kekerasan terhadap wanita dan anak terus meningkat. Ini kudu menjadi sirine serius bagi pemerintah. Penanganannya tidak bisa biasa-biasa saja,” ujar Azis di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
"Mereka ini adalah masa depan bangsa kita. Harus ada langkah-langkah prioritas nan betul-betul nyata,”lanjut Azis.
Politikus PDI Perjuangan ini menilai, meningkatnya jumlah kasus setiap tahun menunjukkan bahwa penanganan nan dilakukan selama ini belum optimal.
Dia juga menanggapi penurunan anggaran nan tidak sebanding dengan besarnya tantangan perlindungan wanita dan anak di Indonesia. Kondisi ini berpotensi melemahkan upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan di lapangan.
“Visinya luar biasa, prioritasnya juga sangat baik. Tapi saya sedih ketika mendengar anggarannya. Setiap tahun kasusnya naik, tapi anggarannya justru turun. Ini kan tidak sejalan,” kata Azis.
“Ini persoalan kepercayaan publik. Kasus-kasus ini seperti kejadian gunung es. nan terlihat hanya sebagian kecil, sementara banyak kasus lain nan tidak dilaporkan,” ucapnya.
Sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran, Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Cianjur-Kota Bogor) ini mendorong Kementerian PPPA dan KPAI untuk melakukan kajian mendalam mengenai akar persoalan meningkatnya kasus kekerasan serta menyusun strategi penanganan nan lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya pada aspek pencegahan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·