PDIP: Pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo Harus Paham Stabilitas Moneter

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam aktivitas Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta pemerintah berhati-hati menentukan pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Menurut Hasto, sosok nan bakal memimpin BI kudu memahami stabilitas moneter dan bisa menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Hasto mengatakan independensi BI merupakan hasil reformasi sistem ekonomi pascakrisis nan kudu terus dijaga. Karena itu, setiap dinamika di tubuh BI dinilai dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Ya, di dalam bangunan tata pemerintahan negara, Bank Indonesia itu lahir, ya, dari bagian reformasi sistem ekonomi kita akibat krisis, ya, pada akhir kepemimpinan Pak Harto, ketika saat itu bank sentral itu juga sarat dengan begitu banyak intervensi. Maka reformasi melahirkan Bank Indonesia nan independen. Independensi inilah nan kudu dijaga,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Menurut Hasto, reaksi pasar terhadap pengunduran diri Perry menjadi sinyal nan perlu diperhatikan pemerintah. Ia menilai respons negatif pelaku pasar menunjukkan meningkatnya ketidakpastian nan kudu segera diantisipasi.

“Nah, lantaran itulah jika kita memandang reaksi pasar, rupanya mundurnya Gubernur Bank Indonesia itu kan direspons negatif. Ketidakpastian dianggap makin tinggi, kemudian pasar juga bereaksi negatif. Ini adalah instrumen nan kudu diperhatikan oleh pemerintah, termasuk oleh DPR RI. Bahwa reaksi pasar nan negatif ini sebagai suatu instrumen nan paling jujur nan kudu kita perhatikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Karena itu, Hasto mendorong pemerintah segera mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar agar arah pembangunan ekonomi nasional tetap terjaga.

“Maka PDI Perjuangan mendorong agar akibat dari reaksi negatif itu sigap direspons oleh pemerintah, sehingga muncul suatu rasa percaya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik kita itu memang saling berkomplemen satu sama lain, nan juga didukung oleh keadilan dalam supremasi hukum, sehingga terjadi playing field nan sama dan tidak ada ketidakpastian dalam bumi upaya itu bisa diperkecil,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, pemulihan kepercayaan pelaku upaya dan penanammodal krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

“Karena itulah PDI Perjuangan mendorong agar reaksi negatif dari pasar ini dapat dijawab dengan sigap dengan penuh rasa percaya diri agar arah ekonomi kita bisa kembali dipulihkan,” katanya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat membuka aktivitas Talkshow Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Kriteria Pengganti Perry

Saat ditanya mengenai sosok pengganti Perry, Hasto mengatakan proses pemilihannya kudu mengikuti sistem nan berlaku.

Ia mengatakan BI merupakan lembaga independen sehingga proses pengisian kedudukan gubernur bakal melibatkan DPR melalui uji kepantasan dan kepatutan.

“Ya, jika di dalam mekanisme, lantaran BI adalah independen, kelak mekanismenya kan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ada fit and proper,” tutur Hasto.

Menurut Hasto, pemahaman terhadap kebijakan moneter dan tantangan ekonomi dunia menjadi syarat krusial bagi calon Gubernur BI untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Harus dicari sosok nan betul-betul memahami aspek stabilisasi moneter kita dan gimana arah Bank Indonesia ke depan di dalam memandang juga ketidakstabilan perekonomian dunia,” pungkasnya.

video from internal kumparan

Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari kedudukan Gubernur BI pada Senin (27/7).

Dalam konvensi pers di Gedung BI, Jakarta, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry.

“Kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Pras.

“Kemudian, sesuai dengan sistem dan peraturan perundang-undangan nan berlaku, terutama merujuk pada Undang-Undang Bank Indonesia, Bapak Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo, disertai ucapan terima kasih dan penghargaan nan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia,” lanjut Pras.

Perry menjabat Gubernur BI pada 24 Mei 2018. Ia kemudian dipercaya menjalani masa kedudukan kedua mulai 24 Mei 2023 hingga 2028.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan