Arie Dwi Satrio
, Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |15:39 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding (foto: Okezone)
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap pihak nan diduga menjadi dalang di kembali operasi penyadapan terlarangan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dia meminta pengusutan tidak hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga pihak nan diduga memerintahkan hingga memanfaatkan hasil penyadapan.
Sudding menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius nan kudu ditangani secara profesional, transparan, dan berasas bukti norma nan dapat dipertanggungjawabkan.
"Karena itu, setiap info nan berkembang perlu ditelusuri secara jeli agar duduk perkara menjadi jelas," kata Sudding, Jumat (6/11/2026).
Ia menegaskan, Polri kudu mengungkap secara terang pihak-pihak nan diduga terlibat dalam operasi tersebut, termasuk mereka nan diduga memberikan perintah alias menggunakan info hasil penyadapan.
Menurutnya, investigasi tidak boleh berakhir pada pihak nan diduga melakukan penyadapan secara langsung. Aparat perlu menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain agar keseluruhan rangkaian peristiwa dapat terungkap.
"Penelusuran tersebut perlu mencakup motif, tujuan, serta penggunaan info nan diperoleh melalui dugaan tindakan tersebut," ujarnya.
Sudding juga meminta interogator mendalami gimana operasi penyadapan itu bisa berjalan tanpa prosedur norma nan semestinya. Dia menilai pengungkapan pihak nan memberikan izin maupun memanfaatkan hasil penyadapan menjadi bagian krusial dalam menuntaskan perkara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·