Ilustrasi(Dok Istimewa)
Senator Maluku Utara, Hasby Yusuf, S.E., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si. (Han), pengajar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), sebagai nominator DPD RI Award 2026 mewakili Provinsi Maluku Utara.
Rachma dinominasikan melalui inovasi strategisnya, Kawasan New Transmigrasi 5.0. Inovasi ini dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal di Maluku Utara.
"Sebagai Senator Maluku Utara, saya sangat bangga. Ibu Rachma telah mengangkat nama wilayah kita ke panggung nasional. Ini bukti bahwa kontribusi nyata bagi Maluku Utara bisa datang dari siapa pun, termasuk akademisi dari Jakarta. nan terpenting adalah hasilnya bagi masyarakat," ujar Hasby di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9).
Kedaulatan Pangan melalui Hilirisasi Ikan
Dalam sektor perikanan, Hasby menyoroti tantangan nelayan di Morotai nan terjebak dalam struktur pasar monopsoni. Saat ini, hasil tangkapan nelayan condong terpusat pada satu perusahaan pengolah, sehingga posisi tawar nelayan menjadi lemah.
Rachma menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tuna di Morotai kudu diukur dari sejauh mana nilai tambah ekonomi dinikmati oleh nelayan. Melalui revitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dia mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sangowo Timur dan Galo-galo guna memutus ketergantungan terhadap tengkulak.
Program ini mencakup penguatan rantai dingin (cold chain) dan pengolahan tuna menjadi produk berbobot tambah seperti abon, bakso, hingga fillet beku. KDMP diarahkan menjadi agregator hasil tangkapan sekaligus lembaga finansial mikro bagi nelayan.
"Krisis rantai dingin memutus mata rantai hilirisasi di hulu. Kampung Nelayan Merah Putih datang untuk memutus lingkaran setan ini," tegas Rachma. Ia juga mendorong pembentukan Perusahaan Daerah (Perusda) Perikanan di Morotai sebagai penyeimbang pasar dan pengelola prasarana berbasis daya terbarukan.
Selain itu, Rachma menyoroti rumor illegal fishing di perairan Bere-bere dan Gua Hira, di mana kapal 30 GT dilaporkan beraksi di area 0–4 mil, nan melanggar Permen KP Nomor 18 Tahun 2021.
Trans Lokal New Transmigrasi: Menghidupkan Lahan Tidur
Di sektor pertanian, Rachma menggagas program Trans Lokal New Transmigrasi untuk mengatasi persoalan di Desa Tiley Kusu. Wilayah ini kerap menghadapi akibat kandas panen akibat luapan sungai dan keterbatasan SDM pengelola lahan.
Program ini bermaksud menghidupkan kembali lahan tidur dan memperkuat swasembada beras di Morotai. Kepala Desa Tiley Kusu, Sugiatno, mengonfirmasi bahwa pendapat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapabilitas SDM lokal.
Hasby juga mengutip keprihatinan Rachma mengenai prasarana dasar di Desa Aha, di mana petani tetap menggunakan jembatan tidak layak untuk mengangkut hasil panen. "Jembatan nan layak adalah investasi ketahanan pangan nasional, bukan kemewahan," kata Hasby mengulangi pernyataan Rachma.
Dorong Peningkatan Status BULOG Maluku Utara
Salah satu capaian strategis Rachma berbareng Tim Ekspedisi Patriot UI (TEP UI) adalah inisiasi pembangunan penyimpanan BULOG di Morotai. Langkah ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen.
Selain Morotai, penyimpanan BULOG juga direncanakan dibangun di Halmahera Selatan, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah. TEP UI juga mendorong hilirisasi kopra melalui Perusda Agro untuk mengolah limbah kelapa menjadi produk ekspor seperti VCO dan briket.
Menutup pernyataannya, Hasby mendesak peningkatan status BULOG di Maluku Utara. Saat ini, Kantor Cabang Ternate tetap berstatus Tipe C dengan personel terbatas, padahal kudu melayani 10 kabupaten/kota di 975 pulau dengan tantangan geografis nan berat.
"Kami mendorong agar Dirut BULOG segera menjadikan Maluku Utara sebagai Kantor Divisi nan terlepas dari Kantor Wilayah Ambon. Ini adalah fondasi bagi kedaulatan pangan di wilayah kepulauan nan menjadi beranda terdepan Indonesia Timur," pungkas Hasby.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·