Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026

Sedang Trending 4 hari yang lalu

loading...

Peserta Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG) 2026 menyampaikan pandangan dalam sesi Sharing Session.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG) sebagai puncak dari rangkaian Culture Festival TelkomGroup 2026 nan dihadiri oleh para senior leaders selaku role model, Culture Agent, dan Culture booster di lingkup TelkomGroup. Mengusung tema "Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts", aktivitas ini membujuk Culture Agent dan Culture Booster untuk terus menjadikan budaya perusahaan sebagai pegangan dalam menjalankan perannya sebagai pemasok perubahan, sekaligus mendukung transformasi TelkomGroup di tengah dinamika upaya nan terus berkembang.

CAMG menjadi arena bagi Culture Agent dan Culture Booster dari seluruh unit kerja TelkomGroup untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerjasama dalam mengimplementasikan budaya perusahaan di lingkungan kerja masing-masing. Selain menjadi ruang diskusi, aktivitas ini juga menjadi corak apresiasi bagi para penggerak budaya nan selama ini aktif menghidupkan nilai-nilai perusahaan dalam kesehariannya.

Mengawali acara, dilaksanakan obrolan panel berbareng representatif penggiat budaya dari lingkup Witel, Regional, serta Operating Company (OpCo) untuk berbagi pengalaman dalam pengimplementasian budaya di unit kerjanya. Selain itu, CAMG tahun ini juga menghadirkan Mindfulness Practitioner dari Santosa Indonesia, Adjie Santosoputro, serta Founder & CEO of Choky Sitohang Speaking Incorporation (ChoSSI), Choky Sitohang untuk berbagi pengetahuan serta praktik mengenai pentingnya membangun ketangguhan diri, budaya saling menghargai, serta menjaga nilai-nilai perusahaan agar tetap relevan di tengah perubahan.

Pada paparannya, Adjie Santosoputro membujuk peserta untuk memahami bahwa perubahan merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari kehidupan maupun bumi kerja. Menurutnya, setiap orang tidak selalu dapat mengendalikan perubahan nan terjadi, tetapi dapat memilih langkah menyikapinya agar tetap bisa menjalankan peran dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Pada sesi selanjutnya, Choky turut menguatkan pentingnya perubahan bagi seseorang maupun organisasi. Ia menyampaikan bahwa kebiasaan saling menghargai dapat memperkuat hubungan antar perseorangan sekaligus menciptakan kerja sama nan lebih baik di tengah beragam perubahan nan dihadapi organisasi. "Perubahan bakal lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh berbareng sebagai satu tim." ujar Choky.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews