Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melakukan obrolan strategis dengan Apache Corporation mengenai kesempatan pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi, dengan konsentrasi pada penguatan kerjasama pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah kesempatan kerja sama, mulai dari pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kerjasama internasional, hingga penjajakan minat investasi dan kesempatan eksplorasi Apache di Indonesia.
Salah satu topik utama nan menjadi perhatian adalah pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Teknologi ini dinilai mempunyai potensi untuk mendukung optimasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakter nan lebih kompleks.
Selain itu, kedua perusahaan turut menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir nan dinilai mempunyai prospek menarik di tengah dinamika keekonomian daya dan perkembangan rantai pasok dunia saat ini.
Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional nan kompetitif, didukung skema fiskal nan menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kerjasama dengan mitra strategis dunia nan mempunyai pengalaman teknis dan operasional.
"Pertamina juga membuka kesempatan partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kerjasama pada aset internasional. Pembahasan turut mencakup penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan upaya hulu migas secara global," ujar Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, dalam keterangan tertulis perusahaan, Jumat (8/5/2026).
Saat ini, Pertamina mempunyai portofolio internasional nan terus berkembang, termasuk operasi luar negeri dengan produksi sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD). Selain itu, Pertamina juga memperkuat partisipasi pada sejumlah proyek strategis dunia dan domestik, termasuk rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai berbareng Eni S.p.A., serta pengembangan Lapangan Abadi Masela berbareng INPEX Corporation dan Petronas. Apache menyampaikan bahwa strategi internasional saat ini konsentrasi pada pertumbuhan aset nan bisa memberikan value creation secara berkepanjangan melalui pendekatan organik. Apache mempunyai pengalaman dalam pengelolaan aset migas konvensional onshore di Mesir serta pengembangan operasi di area Permian Basin, Amerika Serikat.
Pertamina sendiri saat ini telah memulai pengeboran dengan pendekatan Multi-Stage Fracturing sebagai bagian dari langkah percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia dan juga bersiap untuk melakukan pengeboran sumur appraisal mendatar migas non konvensional Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan daya nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan teknologi, serta ekspansi kemitraan strategis dunia guna mendukung keberlanjutan pasokan daya Indonesia di masa depan.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·