Menurut Ikbal, pendekatan nan dilakukan PGN melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk berbobot guna merupakan langkah positif nan tidak hanya berakibat bagi lingkungan perusahaan, tetapi juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
"Kami memandang program seperti ini sangat krusial untuk membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular nan berkepanjangan melalui pengelolaan limbah nan lebih bertanggung jawab dan berbobot guna," tutup dia.
Di sisi lain, Editor National Geographic Indonesia Ade Sulaeman memaparkan, persoalan sampah plastik sekarang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.
Berdasarkan sejumlah riset nan dipaparkan, partikel mikroplastik dan nanoplastik apalagi ditemukan di udara, air hujan, hingga dalam aliran darah manusia.
"Kondisi ini menunjukkan akibat sampah plastik nan semakin meluas dan tidak terlihat secara langsung, sehingga memerlukan peningkatan kesadaran serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," tegas Ade.
Menurut Ade, melalui kerjasama lintas sektor upaya pengurangan sampah plastik dapat dilakukan secara lebih efektif. Ia menilai edukasi nan konsisten serta keterlibatan beragam pihak menjadi kunci untuk membangun kesadaran publik terhadap akibat sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
"Permasalahan sampah plastik tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerjasama nan kuat untuk membangun perubahan perilaku masyarakat. Apa nan dilakukan oleh PGN menjadi langkah positif dalam meningkatkan awareness lingkungan sekaligus mendorong keberlanjutan," tandas Ade.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·