Jakarta, CNBC Indonesia - Finance and GS Director PT Perta Arun Gas, Muhammad Yudi Setiawan buka-bukaan soal kesempatan upaya Gassing Up and Cooling Down (GUCD). Menurut Yudi, GUCD merupakan upaya tambahan nan sangat potensial bagi perusahaan.
"Justru upaya tambahan inilah nan menjadikan PAG bisa lebih besar. Pertama upaya tambahan nan kita punya adalah GUCD alias cooling up and cooling down," jelas dia dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 09/09/2026).
Seperti diketahui, GUCD merupakan jasa proses pendinginan compartment kapal, ketika kapal bakal diisi Liquefied Natural Gas (LNG). Terlebih untuk mengisi LNG ke dalam tanker kapal, diperlukan penyesuaian suhu.
"Jadi kita punya jasa GUCG itu kudu mendinginkan sampai dengan -130 derajat. Jadi jika sudah dingin baru bisa masukin LNG-nya. Itu salah satu nan bisa kita jual sebagai upaya GUCD nan ada di PAG," ujar dia.
Meski upaya tersebut menguntungkan, Yudi menyebut GUCG dihadapkan pada hambatan keandalan molekul gas.
"Kalau pun secara upaya GUCD merupakan upaya menjanjikan tapi ada PR di belakangnya," tambah dia.
Potensi lain adalah upaya LNG Hub. Dia mengibaratkan bahwa LNG Hub adalah indekos bagi para kapal.
"Ini kos-kosan buat LNG. Namanya kos-kosan begitu masuk, bayar, selesai. Tetapi kita tak punya pengeluaran apa-apa lagi. Hanya biaya maintenance dan biaya operasional," jelas dia.
Menurut Yudi upaya ini apalagi dapat menjadi pengganti ketika regasifikasi tak lagi dapat diandalkan. PAG dapat menyewakan tanki kepada para mitra untuk meletakkan LNG miliknya.
"Kita punya tanki nan bisa kita sewakan kepada tenat untuk meletakkan LNG di tempat kita, dan itu saya pikir itu bisa melangkah secara kontinui lantaran kita punya prasarana nan cukup mumpuni untuk kasus seperti ini," pungkas Yudi.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·