Presiden AS Donald Trump.(Dok. Anadolu)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan moneter Federal Reserve System (The Fed). Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (16/9), Trump mendesak bank sentral AS tersebut untuk segera menurunkan suku kembang referensi secara signifikan.
Desakan ini muncul tak lama setelah The Fed memutuskan untuk meningkatkan suku kembang sebesar 0,25 poin persentase (25 pedoman poin). Kenaikan tersebut merupakan nan pertama sejak tahun 2023, nan membawa suku kembang biaya federal ke kisaran sasaran 3,75 persen hingga 4 persen.
Tuntutan Suku Bunga Rendah
Trump menegaskan bahwa posisi AS sebagai negara dengan kredibilitas angsuran terbaik di bumi semestinya membikin tingkat suku kembang berada jauh di bawah level saat ini. Ia membandingkan posisi ekonomi AS nan dianggapnya jauh lebih unggul dibandingkan negara-negara lain.
"Suku kembang di Amerika Serikat semestinya 1 persen alias kurang dari itu, lantaran kami adalah negara dengan angsuran terbaik di dunia; jauh lebih baik dari nan lain," tulis Trump. Ia juga menambahkan perintah tegas agar otoritas moneter bertindak cepat: "Turunkan suku kembang Amerika Serikat. Segera!"
Data Perubahan Suku Bunga The Fed (September 2026):
| Kenaikan Terbaru | 0,25 poin persentase (25 bps) |
| Kisaran Target Baru | 3,75% - 4,00% |
| Target Desakan Trump | 1% alias kurang |
| Status Kenaikan | Pertama sejak 2023 |
Klaim Potensi Pendapatan US$1,5 Triliun
Selain masalah suku bunga, Trump menyoroti kondisi perdagangan global. Ia mengeklaim bahwa AS saat ini sedang mengalami "ledakan" investasi baru. Trump berdasar bahwa AS kudu berakhir menanggung beban ekonomi negara-negara lain nan mengalami defisit perdagangan dengan Amerika.
Menurutnya, istilah "defisit" hanyalah kata lembut untuk sebuah kerugian. Ia memproyeksikan bahwa jika AS menghentikan perdagangan dengan negara-negara defisit tersebut, AS berpotensi menghasilkan sedikitnya 1,5 triliun dolar AS per tahun.
Kritik Terhadap Kepemimpinan The Fed
Dalam pernyataannya, Trump kembali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Jerome Powell, mantan ketua The Fed, nan dianggap terlalu lamban dalam melonggarkan kebijakan moneter. Sebagai gantinya, Trump meletakkan angan besar pada Kevin Warsh nan disebutnya sebagai ketua baru The Fed.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa Warsh bakal memimpin upaya modernisasi besar-besaran di bank sentral sembari tetap menjaga independensi dalam pengambilan keputusan. Pada akhir Agustus lalu, Trump meyakini bahwa Warsh bakal melakukan langkah-langkah nan diperlukan untuk memastikan AS mempunyai suku kembang terendah di bumi guna mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. (Sputnik/Ria-Novosti/Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·