Dolly Parton, Musisi Country & Ikon Perempuan Kuat, Meninggal di Usia 80 Tahun

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Dolly Parton. Foto: AFP/ROBYN BECK

Musisi Country dan aktris asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal bumi pada Selasa (25/8). Terkenal berkah lagu-lagu hits dan tampilan nan eksentrik, Dolly merupakan ikon wanita kuat dan entertainer legendaris nan tetap disanjung sampai sekarang. Kepergiannya di usia 80 tahun pun meninggalkan duka mendalam.

Kabar duka ini diumumkan lewat keterangan resmi. Dilansir People, dalam keterangan tersebut, dijelaskan bahwa Dolly berpulang usai perjuangan singkat melawan kanker. Tidak dijelaskan jenis kanker apa nan dialami oleh wanita asal Tennessee tersebut.

“Setelah perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan bumi ini hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dikelilingi oleh orang-orang tersayangnya,” ungkap keterangan resmi tersebut pada Selasa (25/8).

Dolly Parton. Foto: AFP/VALERIE MACON

Para fans Dolly hingga rekan-rekan musisi pun turut mengungkapkan belasungkawa. Dikutip dari The Hollywood Reporter, Taylor Swift mengenang Dolly sebagai “hadiah” nan tak henti memberikan kebahagiaan dalam hidup.

“Dunia tanpa Dolly terasa tidak memungkinkan, tidak nyata, dan tidak benar. Namun, berkah hati murni nan dia curahkan selama hidupnya di Bumi dan hidup orang-orang nan dia ubah menjadi lebih baik, warisan Dolly bakal kekal,” ucap Taylor.

Datang dari Kesederhanaan

Dolly Parton di usia muda. Foto: Callie Shell/USA Today Network via REUTERS

Dolly Parton, berjulukan komplit Dolly Rebecca Parton, adalah anak keempat dari 12 bersaudara. Dia lahir pada 19 Januari 1946 di Tennessee, Amerika Serikat. Ia tumbuh besar di family nan serba kekurangan. Saat sang ibu melahirkan Dolly, mereka hanya bisa bayar master menggunakan tepung jagung. Keluarga besar ini pun hanya tinggal di sebuah kabin satu kamar.

Ibu Dolly berprofesi sebagai penyanyi dan ayahnya petani. Sejak kecil, Dolly diajarkan menyanyi oleh sang ibu dan bermain gitar oleh pamannya, Bill Owens. Dolly mini sudah terbiasa menyanyi di gereja, siaran radio lokal, serta stasiun televisi lokal.

Musik sudah menjadi bagian besar dalam hidup Dolly sejak belia. Meskipun tidak bisa membaca partitur, Dolly bisa memainkan beragam instrumen, seperti gitar, piano, banjo, harpa, hingga saksofon.

Dolly Parton di usia muda. Foto: Ron Hill/USA Today Network via REUTERS

Saat remaja, Dolly memilih untuk pindah ke Kota Nashville untuk menyeriusi kariernya. Dilansir Time, dia sempat hidup sangat susah setelah pindah ke Nashville. Bahkan, untuk memperkuat hidup, dia terpaksa makan sup nan terbuat dari kecap dan mustard selama beberapa minggu. Beruntung, mimpi jelek tersebut segera berakhir. Sebab, di usia 19 tahun, dia sukses menandatangani perjanjian rekaman.

Di usia nan sama, Dolly berjumpa dengan pujaan hatinya. Pria itu berjulukan Carl Dean, nan akhirnya menjadi suaminya hingga ajal menjemput pada 2025.

Namanya Meroket

Dolly Parton Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Nama Dolly perlahan mulai dikenal ketika dia berasosiasi sebagai duo berbareng Porter Wagoner. Dinamika love-hate relationship antara Dolly dan Porter bekerja dengan baik. Tak hanya nama mereka nan kian meroket, lagu-lagu buatan mereka pun menjadi hit.

Dikutip dari Time, selama kerjasama ahli mereka, Dolly menulis lagu-lagu beken seperti I Will Always Love You, Jolene, The Coat of Many Colors, hingga Joshua. Lagu I Will Always Love You ditulis Dolly sebagai lagu perpisahan ketika Dolly memutuskan untuk mengakhiri kolaborasinya dengan Porter. Namun, lagu ini mencapai titik ketenaran tertinggi saat Whitney Houston menyanyikannya di 1992.

“Ketika saya mendengar Whitney menyanyikannya dari bagian a cappella ke bagian nan diiringi musik, saya kira saya kena serangan jantung. Saya rasanya sangat kewalahan,” ucap Dolly, menceritakan kesan pertama mendengarkan I Will Always Love You jenis Whitney.

Bercerita lewat Lagu

Dolly Parton Foto: REUTERS/Cathal McNaughton

Dolly Parton menjadikan musik sebagai kitab diari. Lagu-lagu nan dia tulis merupakan bentuk storytelling dari cerita-cerita hidup nan relevan. Lagu The Coat of Many Colors disebut sebagai lagu “autobiografi” nan menceritakan hidup susah Dolly di waktu muda.

Lagu-lagu Dolly juga merupakan bunyi hati perempuan. Jolene, misalnya, merupakan lagu nan berisi permohonan seorang wanita kepada wanita lainnya agar tidak merebut suaminya. Just Because I’m a Woman mengungkapkan keresahan wanita nan diremehkan; The Bridge, sebuah lagu nan bercerita soal bunuh diri; Down From Dover, mengisahkan kelahiran meninggal bayi (stillborn birth).

Nama Dolly semakin mentereng saat dia membintangi movie berjudul 9 to 5, di mana dia turut menciptakan soundtrack dengan titel nan sama. Beradu peran dengan Jane Fonda dan Lily Tomlin, movie ini menceritakan diskriminasi nan dihadapi wanita di tempat kerja serta perjuangan mereka melawan ketimpangan tersebut.

Bertabur Penghargaan

Dolly Parton Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Karier enam dasawarsa Dolly Parton tentunya bertabur penghargaan. Ia telah meraih 11 Grammy Awards dan 54 nominasi dari beragam kategori bergengsi; 10 piala Country Music Association Awards, termasuk kategori Entertainer of the Year; 5 piala Academy of Country Music Awards; 4 piala American Music Awards; dan tetap banyak lagi.

Tak hanya itu, nama Dolly juga sudah diabadikan di tiga Hall of Fame bergengsi, ialah Country Music Hall of Fame, Rock and Roll Hall of Fame, dan Hollywood Walk of Fame. Lagu-lagu Dolly juga sudah merajai beragam tangga musik bergengsi, seperti Billboard Hot 100.

Sepanjang karier, Dolly sudah menulis lebih dari 3 ribu lagu dan merilis 49 album. Total albumnya nan terjual capai 100 juta kopi.

Warisan Filantropi Dolly

Dolly Parton Foto: REUTERS/File Photo

Semasa hidup, Dolly juga aktif dalam bagian filantropis. Dikutip dari Time, berkaca pada kurangnya pendidikan nan diterima sang ayah, Dolly memberikan danasiwa senilai USD 15 ribu (Rp 272 juta) untuk anak-anak SMA.

Ia juga mendonasikan ribuan kitab untuk anak-anak lewat program Imagination Library. Selain itu, Dolly turut menyumbangkan seluruh untung nan dia terima dari lagu I Will Always Love You untuk organisasi kulit hitam. Di masa COVID-19, Dolly mendonasikan USD 1 juta (Rp 17 miliar) untuk pengembangan vaksin Moderna pada 2020.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan