Ilustrasi(Magnific.com)
Penurunan massa dan kekuatan otot alias nan secara medis dikenal sebagai sarkopenia, sering kali dianggap sebagai bagian alami dari penuaan. Namun, Dokter Spesialis Ortopedi dari RSUD Jombang memperingatkan bahwa kondisi ini tidak boleh disepelekan lantaran dapat berakibat fatal pada kualitas hidup seseorang.
Sarkopenia merupakan kondisi degeneratif nan ditandai dengan hilangnya massa otot skeletal secara progresif. Kondisi ini tidak hanya menyerang kegunaan gerak, tetapi juga meningkatkan akibat jatuh, patah tulang, hingga ketergantungan bentuk pada orang lain.
Dokter Spesialis Ortopedi RSUD Jombang menjelaskan bahwa indikasi awal sarkopenia sering kali tidak disadari oleh masyarakat. "Banyak nan menganggap lemas alias langkah kaki nan semakin lambat pada lansia adalah perihal biasa. Padahal, itu bisa jadi tanda otot mulai menyusut secara signifikan," ujarnya dalam sebuah edukasi kesehatan.
Bahaya Komplikasi dan Risiko Jatuh
Bahaya utama dari sarkopenia adalah hilangnya keseimbangan. Ketika massa otot kaki melemah, keahlian tubuh untuk menopang berat badan dan menjaga stabilitas berkurang drastis. Hal ini sering kali berujung pada kejadian jatuh nan mengakibatkan patah tulang, terutama pada bagian panggul.
Selain akibat fisik, sarkopenia juga berangkaian erat dengan gangguan metabolisme. Otot berkedudukan krusial dalam penyerapan glukosa; jika massa otot berkurang, akibat terjadinya resistensi insulin dan glukosuria jenis 2 bakal meningkat.
Gejala Umum Sarkopenia:
- Penurunan berat badan tanpa karena nan jelas.
- Kesulitan menaiki anak tangga.
- Langkah kaki nan terasa lebih lambat dan tidak stabil.
- Kekuatan genggaman tangan nan melemah.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Pihak RSUD Jombang menekankan bahwa sarkopenia dapat dicegah dan diperlambat melalui intervensi style hidup. Dokter menyarankan dua pilar utama dalam pencegahan: asupan nutrisi dan aktivitas fisik.
"Konsumsi protein nan cukup sangat krusial untuk sintesis otot. Selain itu, latihan beban alias resistance training sangat dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan otot, tentu dengan intensitas nan disesuaikan dengan usia," tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk melakukan konsultasi medis jika merasakan penurunan kekuatan bentuk nan drastis. Deteksi awal melalui pemeriksaan kepadatan tulang dan pertimbangan massa otot di akomodasi kesehatan seperti RSUD Jombang dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang nan lebih berat.
Dengan kesadaran nan lebih tinggi mengenai ancaman sarkopenia, diharapkan nomor kemandirian lansia di Jombang dan sekitarnya dapat terus terjaga, sehingga mereka tetap bisa beraktivitas dengan produktif di usia senja.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·