Ilustrasi.(Magnific)
KANKER kolon alias kanker usus besar sekarang menjadi ancaman dunia nan semakin mengkhawatirkan. Penyakit ini tidak lagi hanya menyerang golongan usia lanjut, tetapi juga mulai banyak didiagnosis pada pasien usia muda. Lantas, apa nan bisa dilakukan untuk menurunkan akibat penyakit mematikan ini?
Seorang mahir onkologi dengan pengalaman bedah selama 17 tahun baru-baru ini membagikan temuan mengejutkan mengenai pola makan pasiennya. Dr. Tim Titutan, seorang master berbasis di Amerika Serikat dengan latar belakang riset kanker, mengungkapkan bahwa ada satu kategori makanan spesifik nan ditemukan pada 80 persen pasien kanker kolon nan dia tangani.
Daging Olahan: Ancaman di Balik Kelezatan
Dalam wawancaranya dengan GB News, Dr. Titutan menyatakan bahwa kebanyakan pasien nan dia operasi mempunyai riwayat mengonsumsi sosis, hot dog, alias daging asap dan daging olahan lain secara rutin.
"Proses pengolahan daging, seperti pengasapan, penggaraman, alias pengawetan kimia, menghasilkan pembentukan senyawa karsinogenik nan disebut Noc dan Pah," jelas Titutan. Ia menambahkan bahwa studi menunjukkan konsumsi 50 gram daging olahan per hari dapat meningkatkan akibat kanker kolorektal sebesar 18 persen.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) apalagi mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1. Ini menempatkan daging olahan dalam kategori ancaman nan sama dengan tembakau, alkohol, asbes, dan plutonium radioaktif.
Tren Kanker pada Usia Muda
Kanker kolon sekarang menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor dua di bumi jika menggabungkan info laki-laki dan wanita. Di Amerika Serikat, American Cancer Society memperkirakan penyakit ini bakal menyebabkan sekitar 55.230 kematian pada tahun 2026.
Kasus nan menimpa figur publik seperti mendiang Chadwick Boseman dan James Van Der Beek menjadi pengingat bahwa kanker tidak memandang usia. Para mahir kesehatan meyakini bahwa pola makan jelek dan asupan tinggi makanan ultra-proses (UPF) menjadi aspek utama kenapa pasien di bawah usia 40 tahun sekarang semakin banyak nan terdiagnosis.
Waspadai Gejala Kanker Kolon Menurut Mayo Clinic:
- Perubahan kebiasaan buang air besar (diare, sembelit, alias perubahan corak tinja).
- Pendarahan pada rektum alias adanya darah dalam tinja.
- Tinja berwarna gelap alias hitam seperti aspal.
- Anemia defisiensi besi nan menyebabkan kelelahan dan kulit pucat.
- Rasa tidak nyaman di perut nan terus-menerus (kram, gas, alias kembung).
- Penurunan berat badan tanpa karena nan jelas.
- Merasa usus tidak kosong sepenuhnya setelah buang air besar.
Pentingnya Kesadaran Diet
Dr. Chris van Tulleken, seorang master NHS, menekankan bahwa bukti selama satu dasawarsa terakhir sangat jelas menunjukkan makanan ultra-proses bertanggung jawab atas beragam masalah kesehatan serius, termasuk kematian dini.
Meskipun tidak kudu menjadi vegetarian sepenuhnya, Titutan menyarankan masyarakat untuk membikin keputusan sadar dalam mengurangi jumlah daging olahan nan dikonsumsi guna meminimalisasi risiko jangka panjang terhadap kesehatan usus besar. (Newsner Stories/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·