Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2026 |15:17 WIB

Dokter: Gula Penting untuk Pertumbuhan Anak tapi Harus Dibatasi (Foto: Freepik)
JAKARTA - Gula memang dibutuhkan sebagai sumber daya bagi anak nan sedang tumbuh. Namun, konsumsi gula tambahan tetap kudu dibatasi lantaran asupan berlebihan dapat meningkatkan akibat obesitas hingga memicu beragam penyakit kronis sejak usia dini.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, mengingatkan bahwa obesitas pada anak sekarang menjadi masalah kesehatan nan semakin mendapat perhatian. Kondisi tersebut dipicu oleh beragam faktor, mulai dari pola hidup sedentari, tingginya konsumsi makanan sigap saji, hingga minuman berpemanis.
Dalam unggahan video berbareng Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di akun IG Wamenkes, dr. Reza menekankan pentingnya edukasi gizi kepada orang tua agar bisa mengontrol asupan gula harian anak.
Menurutnya, meski gula berkedudukan sebagai salah satu sumber energi, jumlah konsumsinya kudu disesuaikan agar tidak berakibat jelek terhadap kesehatan.
"Nah, jadi memang gula itu krusial ya untuk pertumbuhan anak. Tapi tentunya jumlah konsumsinya kudu dibatasi. Kenapa? Karena jika kita lihat sekarang, tren banyak anak-anak kita nan sudah mulai menjadi obesitas,” kata dr. Reza.
Obesitas Anak
Ia menjelaskan, obesitas pada anak dapat meningkatkan akibat resistensi insulin nan berujung pada glukosuria melitus. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memicu hipertensi dan meningkatkan beban kerja ginjal hingga berpotensi menyebabkan penyakit ginjal kronis.
"Kalau obesitas juga bisa meningkatkan akibat resistensi insulin, apalagi mencetuskan glukosuria melitus pada anak. Selain itu, akibat jangka panjangnya juga bisa ke masalah ginjal. Jika konsumsi gula berlebihan menyebabkan obesitas dan hipertensi, komplikasinya dapat membebani kegunaan ginjal hingga memicu penyakit ginjal kronis pada anak," jelasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·