Direktur Utama (Dirut) RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rachin Dinata Marsidi, mengungkapkan master di rumah sakitnya sempat berprasangka atas kondisi YTR. Kecurigaan timbul lantaran korban dugaan penyekapan dan penganiayaan itu tak pernah bercerita.
"Pasien ini datang pada malam hari kurang lebih kita masuk sampai jam 1 malam. Memang betul master kami berprasangka pasien ini gak pernah ditanya menceritakan apa nan dia rasakan," kata Rachin saat konvensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6).
Saat ditanya oleh dokter, kata Rachin, korban sempat mengaku sakit akibat terjatuh di wastafel.
"Kenapa curiga? Karena beliau maksudnya itu kayak mengarang gitu, jatuh satu bulan nan lampau gak pakai kaca mata terus jatuh ke wastafel. Tapi kenapa nggak dibawa ke rumah sakit itu tidak pernah mengaku," ucapnya.
Atas kecurigaan tersebut, pihak rumah sakit akhirnya memanggil kakak korban. Akhirnya, YTR baru berani mengaku menjadi korban penganiayaan.
"Nah lantaran kami curiga, kemudian beliau itu baru bisa mau mengatakan setelah kakaknya ada di situ. Jadi mungkin ada rasa ketakutan mungkin ada. Karena itu maka master kami curiga. Makanya kami melaporkan," kata dia.
Kini, polisi telah mengamankan Taufik Hidayat, pelaku nan diduga menjadi pelaku penganiayaan YTR. Taufik sekarang juga telah ditahan polisi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·