Doa Seorang Ayah di Ujung Dermaga, Menanti Bagus Pulang

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Dalam keheningan itu, keduanya tampak khusyuk. Tangan terangkat, angan dipanjatkan, dan angan diserahkan kepada Tuhan nan Maha Esa agar Bagus segera ditemukan dan dapat kembali pulang ke rumah.

Lautan di hadapan mereka terbentang luas. Di kembali hamparan air itu, ada seorang anak nan hingga sekarang belum diketahui keberadaannya.

Sudah sembilan hari berlalu sejak Bagus dan tujuh orang lainnya lenyap kontak di perairan Selat Sunda. Namun, bagi Mansyur, waktu nan terus melangkah bukan argumen untuk berakhir berharap.

Di tengah ketidakpastian dan hari-hari pencarian nan terus berlalu, dia memilih untuk tetap percaya bahwa putranya tetap berada di suatu tempat dan menanti untuk kembali pulang.

Suara ombak nan datang silih berganti, menyatu dengan embusan angin laut, menambah kesyahduan suasana saat keduanya memanjatkan doa. Sesekali, tatapan Mansyur mengarah ke lautan nan seolah tak ada ujung.

"Saat ini kita membentuk khairunnas anfa’uhum linnas, saling membantu antar sesamanya. Dan mudah-mudahan ikhtiar kita berbareng ini bisa terlaksana dengan baik. Al-Fatihah," ungkap Mansyur dalam doanya, Rabu (16/9/2026).

Doa kemudian selesai. Mansyur perlahan menurunkan tangannya. Namun, tatapannya tetap menuju arah laut. Di sampingnya, sang ustad tetap duduk mendampingi.

Tak banyak nan bisa dilakukan di tengah ketidakpastian selain terus berupaya dan mempertahankan harapan.

Lantunan angan mungkin saja selesai, tetapi dalam hati angan itu tetap menyala. Mansyur yakin, sang anak tetap hidup dan suatu saat dapat kembali pulang.

"Optimis, Bagus tetap hidup," ungkapnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita