DKPP perkuat literasi etika penyelenggara Bawaslu se-Sulsel.
, MAKASSAR, – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengadakan training untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dan literasi etika bagi Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berjalan di Aula Kantor Bawaslu Sulsel, Makassar, pada Selasa, sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Anggota DKPP RI, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, menekankan pentingnya penguatan kapabilitas SDM dan internalisasi nilai-nilai moral agar tindakan penyelenggara selaras dengan kode etik nan berlaku. "Penguatan kapabilitas SDM dan literasi etika bukan sekadar pemahaman regulasi, melainkan internalisasi nilai-nilai moral," ujar Kade Wiarsa Raka Sandi.
Standar etika kudu melekat pada diri setiap pengawas sebagai pemandu perilaku dalam setiap tahapan Pemilu. Menurut Raka Sandi, profesionalitas seorang pengawas diuji melalui konsistensi antara patokan norma dan perilaku etis di lapangan.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan bahwa penguatan kapabilitas adalah kebutuhan mendasar untuk menjaga marwah lembaga. "Integritas penyelenggara adalah kunci kepercayaan publik," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan pengawas pemilu nan ocehan secara teknis dan mempunyai kedalaman etika dalam mengawal proses demokrasi. Melalui penguatan secara hybrid, Bawaslu Sulsel memastikan pesan mengenai integritas dan literasi etika tersampaikan secara merata hingga ke seluruh pelosok wilayah Sulsel.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma, Saiful Jihad, dan Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa, serta perwakilan dari Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·