Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029, sebagaimana pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
"Seperti nan disampaikan oleh Bapak Presiden mengenai tahun 2027 dengan sasaran pertumbuhan ekonomi 8% sampai dengan di tahun 2029, maka pemerintah DKI Jakarta kudu mempersiapkan itu untuk bisa mencapai pengarahan Bapak Presiden," ujar Pram dalam pidatonya.
Pramono menegaskan, Jakarta sebagai kontributor besar terhadap perekonomian nasional tidak mempunyai pilihan selain mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat. Sinkronisasi antara pusat dan wilayah menjadi kunci agar sasaran tersebut dapat tercapai.
“Pemerintah DKI Jakarta kudu mempersiapkan langkah-langkah ke depan untuk bisa mencapai pengarahan Bapak Presiden. Apa pun kondisinya, kita kudu mengikuti kebijakan pemerintah pusat,” kata Pramono.
Menurut dia, upaya mengejar sasaran tersebut tidak mudah, terutama di tengah tekanan dunia nan sedang terjadi. Konflik geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok bumi dinilai bakal berakibat pada stabilitas ekonomi, termasuk di Jakarta.
Selain itu, ancaman kejadian suasana seperti El Nino nan diperkirakan berjalan hingga September juga berpotensi menambah tekanan terhadap ekonomi daerah.
“Memang tidak gampang, pasti bakal berat. Tapi Jakarta kudu siap menghadapi kondisi ini dengan langkah-langkah nan terukur,” ujarnya.
Pramono menekankan, perencanaan pembangunan wilayah kudu sejalan dengan rencana pembangunan nasional. Ia menyebut, tidak boleh ada kebijakan wilayah nan melangkah sendiri tanpa merujuk pada arah pusat.
“Visi pemerintah wilayah kudu senada dengan visi pemerintah pusat. Tidak mungkin melangkah sendiri-sendiri,” ucapnya.
Melalui forum Musrenbang ini, Pemprov DKI Jakarta mulai menyusun strategi pembangunan 2027 nan diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kontribusi Jakarta terhadap pertumbuhan nasional.
Dengan posisi Jakarta sebagai penyumbang sekitar 16 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), Pramono menilai peran ibu kota tetap krusial dalam mendorong capaian sasaran ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·