Jakarta -
Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32% ke posisi 7.106,52 pada perdagangan Senin (27/04).
Kenaikan sejumlah saham seperti AMMN nan melesat 8,00%, APIC naik 15,63%, serta EMAS menguat 4,30% belum cukup menahan tekanan pasar. Di sisi lain, DSSA turun 8,66%, disusul ASII melemah 3,16% dan BMRI terkoreksi 2,22%.
Tekanan juga datang dari tindakan penanammodal asing nan mencatatkan jual bersih Rp2,01 triliun di pasar reguler dan Rp2,04 triliun di seluruh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara sektoral, pergerakan indeks bervariasi, dengan sektor daya mengalami penurunan terdalam sebesar 1,21%. Sementara itu, sektor basic industry justru mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,48%.
Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bergerak campuran. Dow Jones turun tipis 0,13% ke level 49.167, sementara S&P 500 naik 0,12% ke 7.173 dan Nasdaq menguat 0,20% ke 24.887. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa komunikasi dengan MSCI melangkah konstruktif. Ke depan, OJK berencana menjalin koordinasi lanjutan dengan World Bank dan IFC guna memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Meski begitu, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia tetap mencatat pelemahan masing-masing 0,85% dan 0,98%.
Berita Emiten
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)
KRAS menargetkan pendapatan mencapai Rp20 triliun pada 2026 dengan untung bersih minimal Rp2 triliun. Target tersebut ditopang rencana penjualan domestik sekitar 1,2 juta ton per tahun.
Perseroan juga melakukan langkah pembenahan internal, termasuk menyiapkan support pendanaan awal sebesar Rp5 triliun untuk memperkuat struktur finansial dan modal kerja. Skema pembiayaan dengan kembang nan lebih kompetitif diharapkan dapat menekan beban kembang nan sebelumnya berada di kisaran 20–25%. Pergerakan saham KRAS saat ini tetap berada dalam rentang terbatas di kisaran Rp290 hingga Rp314.
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
DKFT memutuskan pembagian dividen tunai tahun kitab 2025 sebesar Rp390,31 miliar alias Rp70 per saham, setara dengan 68% dari untung bersih Rp573,27 miliar.
Sebelumnya, perseroan telah menyalurkan dividen interim Rp192,96 miliar alias Rp35 per saham. Dengan demikian, sisa dividen final nan bakal dibagikan mencapai Rp197,30 miliar alias Rp35 per saham.
Kinerja DKFT sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan, dengan penjualan naik 7,53% menjadi Rp1,57 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh penjualan nikel nan tumbuh 7,87% menjadi Rp1,51 triliun dan menyumbang 96,38% terhadap total pendapatan. Laba bersih juga meningkat dari Rp411,95 miliar menjadi Rp573,27 miliar, sejalan dengan kenaikan untung per saham (EPS) menjadi 104,01 dari sebelumnya 66,41.
Adapun agenda cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 April, sementara pembayaran dividen final direncanakan pada 12 Mei.
Rekomendasi Saham Hari Ini
AMMN - Buy 5325-5400 | TP 5550-5650 | SL 5025
ARCI - Buy 1665-1680 | TP 1715-1770 | SL 1580
ESIP - Buy 116-118 | TP 121-125 | SL 110
CYBR - Buy 1240-1250 | TP 1280-1325 | SL 1175
DEWI - Buy 128-130 | TP 133-135 | SL 121
Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing penanammodal sesuai dengan profil akibat dan tujuan finansial pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·