Divock Origi Pensiun: Sang Penentu Momen Krusial Liverpool Gantung Sepatu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Sang Penentu Momen Krusial Liverpool Gantung Sepatu Divock Origi kala tetap berseragam Liverpool.(AFP/Paul ELLIS)

DUNIA sepak bola kehilangan salah satu sosok paling ikonik dalam sejarah modern Liverpool. Mantan penyerang timnas Belgia, Divock Origi, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola ahli pada usia 31 tahun. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Origi melalui akun media sosial pribadinya serta sebuah tulisan emosional di The Players' Tribune.

Dalam pernyataannya, pemain kelahiran Ostend ini mengungkapkan bahwa dia merasa seluruh ambisi dan mimpinya di lapangan hijau telah terpenuhi.

"Tujuan saya di bumi sepak bola telah terpenuhi. Saya telah menjalani mimpi masa mini saya, bermain di panggung terbesar, dan memenangkan trofi-trofi terbesar. Saya berterima kasih kepada Tuhan atas semua itu," tulis Origi.

Jejak Karier Sang Penentu

Origi mengakhiri perjalanan profesionalnya dengan catatan 358 penampilan dan 67 gol di level klub. Sepanjang kariernya, dia telah melanglang buana ke beragam liga top Eropa, memperkuat klub-klub seperti Lille, Liverpool, Wolfsburg, AC Milan, hingga Nottingham Forest. Di level internasional, dia mengoleksi 32 caps berbareng timnas Belgia dengan torehan tiga gol.

Sebelum memutuskan gantung sepatu, Origi berstatus tanpa klub sejak Desember tahun lampau setelah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontraknya lebih awal dengan raksasa Italia, AC Milan.

Statistik Karier Divock Origi:

Kategori Catatan
Penampilan Klub 358
Gol Klub 67
Caps Timnas Belgia 32
Gelar Utama Liga Champions, Liga Primer Inggris, Piala Dunia Antarklub

Legenda di Anfield

Meskipun pernah memihak banyak klub, masa keemasan Origi tak pelak terjadi saat dia berseragam Liverpool. Ia mungkin bukan pilihan utama di lini depan The Reds nan saat itu dihuni trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Bobby Firmino, namun Origi mempunyai reputasi sebagai pemain ahli momen krusial.

Namanya bakal selamanya terpatri dalam sejarah Liverpool berkah kontribusi magisnya di Liga Champions 2018/19. Origi adalah tokoh utama dalam comeback sensasional 4-0 melawan Barcelona di Anfield dengan mencetak dua gol.

Ia kemudian menyempurnakan dongeng tersebut dengan mencetak gol kedua di partai final melawan Tottenham Hotspur di Madrid, memastikan trofi Si Kuping Besar keenam bagi Liverpool.

Tidak hanya di Eropa, Origi juga menjadi bagian krusial saat Liverpool mengakhiri dahaga gelar Liga Inggris selama 30 tahun pada musim 2019/20. Salah satu golnya nan paling diingat pendukung setia di Anfield adalah gol kemenangan dramatis pada menit ke-96 dalam Derby Merseyside melawan Everton pada Desember 2018.

Kini, "Corner Taken Quickly" dan senyum tenang Origi setelah mencetak gol-gol mustahil bakal menjadi kenangan abadi. Origi menutup bukunya di bumi sepak bola dengan rasa syukur dan siap melangkah menuju panggilan hidup berikutnya di luar lapangan hijau. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia