Deddy memahami, partai politik mendapatkan untung saat berada di dalam pemerintahan lantaran mempunyai akses kekuasaan. Deddy pun heran ada pihak nan nyinyir kepada partai politik nan memilih tak masuk dalam kekuasaan.
"Kami menghormati partai-partai nan berada di pemerintahan, dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap nan sama kepada pihak nan berada di luar pemerintahan," ucap dia.
Deddy menjelaskan, PDIP menjalankan kegunaan sebagai partai politik nan melakukan check and balance di DPR terhadap pemerintahan Prabowo. Dia menekankan pentingnya kehadiran partai penyeimbang ditengah kebanyakan partai politik di DPR merupakan pendukung pemerintah.
"Yang dimaksud dengan penyeimbang adalah kebebasan untuk mendukung kebijakan nan baik, tetapi pada saat berbarengan mempunyai kemauan dan kemandirian untuk menyampaikan kritik, masukan, perbaikan, dan apalagi pandangan nan berbeda. Jika semua partai berada dalam pemerintahan, maka kegunaan checks and balances itu bakal beranjak ke jalanan dalam corak demonstrasi," terang Deddy.
Dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara demokrasi. Sehingga, perbedaan posisi politik merupakan perihal wajar dan sehat untuk berjalannya kerakyatan di Indonesia.
"Negara nan seluruh partai politiknya berada di dalam pemerintahan hanya ada di negara-negara otoriter seperti Korea Utara alias negara dengan sistem partai komunis seperti di Tiongkok," tutur dia.
"Indonesia adalah negara demokrasi, dan perbedaan posisi politik adalah perihal nan wajar dan sehat bagi kerakyatan itu sendiri," sambung Deddy.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·