Jakarta - Korlantas Polri menegaskan komitmennya dalam menekan nomor kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api melalui penguatan aspek edukasi dan teknologi. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal menyebut rencana penempatan kamera ETLE di titik-titik rawan tersebut merupakan langkah preventif demi menjaga keselamatan masyarakat.
"ETLE itu jangan dilihat dari sisi penindakan saja, tapi ada sisi pencegahan dan edukatif dalam menciptakan kesadaran untuk alim dan alim dalam berlalu lintas," ujar Brigjen Faizal dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Terkait peristiwa kecelakaan nan terjadi di perlintasan sebidang Bekasi Timur baru-baru ini, Polri menyampaikan empati mendalam kepada family 16 korban meninggal dunia. Brigjen Faizal mengatakan, proses norma telah melangkah transparan dengan mengedepankan metode scientific investigation.
Polri menggandeng seluruh stakeholder mengenai untuk mencari titik terang dari peristiwa ini secara ilmiah. Faktor akomodasi jalan nan belum dilengkapi palang pintu maupun penjagaan petugas turut menjadi bagian dari pertimbangan mendalam nan dilakukan penyidik.
"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari potensi human error, kondisi kendaraan, hingga kelengkapan sarana-prasarana jalan di letak kejadian," jelas Brigjen Faizal.
Membangun Kesadaran Lewat Teknologi
Brigjen Faizal kemudian menjelaskan mengenai rencana penempatan kamera ETLE di perlintasan sebidang. Dia menyampaikan, itu adalah corak kehadiran negara untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan. Fokus utamanya adalah membangun ketertiban berdikari dari setiap pengguna jalan.
"Penempatan kamera ETLE di perlintasan sebidang semata-mata untuk pencegahan awal melalui peran ketertiban dan kepatuhan masyarakat. Bukan semata-mata untuk hukuman tilang, tetapi sebagai sarana edukasi masyarakat nan bakal melintas," kata jenderal bintang satu tersebut.
Brigjen Faizal menegaskan visi besar Korlantas Polri nan sekarang lebih mengedepankan pendekatan humanis sesuai pengarahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Keberhasilan Polantas sekarang tidak lagi diukur dari banyaknya jumlah penindakan norma di lapangan.
"Korlantas Polri dan jejeran tidak bangga melakukan penegakan hukum, melainkan datang di tengah-tengah masyarakat melalui peran edukasi dan pencegahan," tegas Faizal.
Brigjen Faizal menegaskan bahwa negara datang di tengah-tengah masyarakat pada tragedi kecelakaan di perlintasan kereta api di Bekasi Timur, guna mencegah terjadinya kejadian nan serupa di kemudian hari. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam mewujudkan keselamatan dalam berlalu lintas, baik di jalan raya, perlintasan sebidang dan sarana prasarana jalan lainnya.
"Polri, khususnya Polantas, tetap bangga sebagai penegak hukum. Namun kami mengedepankan restorative justice, penegakan norma dengan hati, mengutamakan edukasi, dan membangun kesadaran demi keselamatan bersama," jelasnya.
Korlantas Polri, tambah Brigjen Faizal, terus mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan saat melintasi jalur kereta api demi mewujudkan keselamatan.
(zap/hri)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·