Direktur Paskibraka BPIP: Seleksi Paskibraka Sulsel Objektif-Sesuai Mekanisme

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Makassar -

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional berjalan ahli dan objektif. Penegasan ini merespons polemik di media sosial mengenai peserta asal Makassar berinisial CYL nan kandas masuk tiga besar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju seleksi pusat.

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat Fuad Lutfi memastikan seluruh tahapan seleksi di Sulsel sudah sesuai prosedur baku. Proses tersebut melangkah ketat dengan melibatkan pemda, panitia seleksi provinsi, hingga tim monitoring dari pusat.

"Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai sistem nasional nan berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah wilayah dan tim seleksi pusat," kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, seleksi Paskibraka tidak hanya menilai satu aspek tertentu, seperti nilai akademik alias tes wawasan kebangsaan semata. Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memandang kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan.

"Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan," ujarnya.

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen nan menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta.

Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta nan selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat.

"Memang kelak ada pe-ranking-an alias akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah nan menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat," jelasnya.

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta nan mewakili wilayah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP.

Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi penyelenggaraan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, ialah BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

"Keputusan tidak ditentukan satu orang alias satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional," katanya.

Dalam polemik nan berkembang, BPIP juga menepis munculnya narasi nan mengaitkan seleksi dengan rumor suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Dia memastikan tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.

"Seluruh peserta mempunyai kesempatan nan sama dan dinilai berasas parameter seleksi nan telah ditetapkan secara nasional," tegasnya.

Ia turut menjelaskan soal rumor penggunaan bahasa wilayah dalam sesi wawancara nan sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai keahlian bahasa wilayah bukan bagian dari komponen penilaian nan menentukan kelulusan peserta.

"Penguasaan bahasa wilayah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari perbincangan pewawancara untuk memandang keahlian dan wawasan peserta secara umum, lantaran bakal mewakili daerahnya," ujarnya.

"Yang krusial ditegaskan, seluruh proses kudu dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berasas potongan info nan beredar di media sosial," katanya.

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam perihal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin mengenai sistem seleksi nan sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta nan telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini nan berpotensi memecah persatuan.

"Semangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta mempunyai kesempatan nan sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial," ucap Fuad.

Ia menambahkan seluruh peserta nan mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa nan patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya.

Tonton juga video "Viral Momen Wakil Bupati Kulon Progo Perbaiki Sepatu Paskibraka"

(hmw/asm)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News