Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi bicara mengenai upaya penanganan musibah kebakaran rimba dan lahan (Karhutla), usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (15/10/2026).
Saat ditanya mengenai rencana penetapan status musibah nasional untuk kebakaran rimba ini, dia belum bisa memastikan.
"Nanti kita lihat penentuan tingkat status bencana. Apakah nasional alias daerah, namun nan perlu diperhatikan adalah gimana respons dan kecepatannya. Jangan sampai statusnya besar, tapi responsnya tidak ada, itu nan kudu kita kerjakan terlebih dahulu," kata Kristomei.
Lebih lanjut, Menurutnya musibah nan dihadapi saat ini sangat beragam mulai dari kebakaran hutan, banjir, erupsi gunung merapi, dan lainnya. Untuk itu, dia bakal bekerja sama dengan lembaga lain untuk melakukan penyelesaian persoalan bencana.
Selain itu menurutnya perlunya sinkronisasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Menurutnya musibah nan terjadi saat ini tidak bisa diselesaikan hanya bertumpu pada satu lembaga.
"Kalau saya bilang rope analogy, seperti afinitas tali tambang. Semua terlibat, semua Kementerian dan lembaga, TNI, Polri, kudu bersama-sama termasuk masyarakat," katanya.
Kristomei juga berjanji bakal segera menyelesaikan persoalan karhutla sesegera mungkin.
"Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus terdampak. Karena itu seperti nan tadi saya sampaikan, kita kudu responsif. Hitungannya bukan jam, melainkan menit. Itu bakal kita pertimbangan ke depan sehingga tidak ada lagi korban nan sia-sia," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kristomei juga bicara mengenai rencana menerima support negara lain. Dia tidak menutup kemungkinan untuk menerima bantuan, meskipun bakal selektif.
"Nanti kita lihat bantuannya apa saja. Saya bakal menghimpun dulu aset-aset kita nan sudah bisa kita lakukan, baik Pemda, Pempus, kemudian apa support dari luar negeri nan bisa kita sama-sama segerakan," katanya.
"Artinya gini, ini kan persoalan bersama. Harus segera, baik masyarakat, pemda, pempus, jangan hanya BNPB saja. Kalau BNPB enggak bakal mampu," tambahnya.
(emy/mij)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·