Dinkes Sumut Deteksi Dini Gangguan Jiwa via Cek Kesehatan Gratis, Remaja Paling Banyak Alami Cemas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, MEDAN, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sekarang memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk melakukan penemuan awal terhadap gangguan kejiwaan. Program ini tidak hanya menyasar kesehatan fisik, tetapi juga mengidentifikasi indikasi masalah kesehatan mental penduduk sejak awal.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, mengungkapkan bahwa dari sekitar 2,8 juta masyarakat Sumut nan telah mengikuti skrining kesehatan, ditemukan indikasi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Mereka nan terindikasi umumnya mengalami indikasi kekhawatiran dan stres.

“Saat skrining kesehatan, kita temukan masyarakat mengalami resah dan stres, namun tetap dalam tahap rentang awal. Semua orang bisa mengalami perihal ini, tapi kudu dikendalikan agar tidak menjadi gangguan jiwa berat,” ujar Hery dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.

Remaja dan Tekanan Ekonomi Jadi Sorotan

Hasil skrining menunjukkan bahwa golongan remaja menjadi nan paling banyak terindikasi mengalami kekhawatiran dan stres di Sumatera Utara. Faktor penyebabnya antara lain beban tugas sekolah nan tinggi. Sementara itu, pada golongan dewasa, tekanan banyak dipicu oleh persoalan ekonomi seperti kebutuhan biaya pendidikan dan tuntutan hidup.

Kondisi ini menjadi penanda bahwa rumor kesehatan mental merupakan tantangan serius nan perlu ditangani secara sistematis dan berkepanjangan di tingkat kabupaten/kota se-Sumut. Hery menjelaskan, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sekitar 1,2 persen alias berjumlah 28 juta masyarakat Indonesia mengalami indikasi kekhawatiran dan stres nan berpotensi menjadi masalah psikologis jika tidak ditangani dengan baik.

“Artinya, dari 10 orang skrining terdapat satu hingga dua orang ODMK. Kondisi ini tetap situasional, makanya kudu dikendalikan dengan meningkatkan pertahanan diri juga edukasi dan terapi,” kata Hery.

Dua Pendekatan Penanganan

Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah menjalankan dua pendekatan. Pertama, melakukan penemuan dan penanganan awal terhadap ODMK agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa berat. Kedua, memberikan pelayanan komprehensif bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) nan memerlukan penanganan master ahli jiwa, terapi intensif, hingga perawatan di rumah sakit.

“Saat ini kami diberi sasaran melakukan skrining bagi 22 ribu orang mengenai kesehatan jiwa. Sekarang sudah mencapai 13 ribu lebih alias 67 persen nan sudah diskrining. Kami percaya pada Desember kelak kita dapat mencapai target,” ujarnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑