Dinkes: Cuaca Dingin Picu Lonjakan Kasus ISPA di Mataram 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Cuaca Dingin Picu Lonjakan Kasus ISPA di Mataram 2026 Ilustrasi(Magnific.com)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram melaporkan adanya tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan masyarakat. Kondisi ini dipicu oleh cuaca dingin ekstrem nan melanda wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena Bediding dan Risiko ISPA

Memasuki pertengahan tahun 2026, wilayah Mataram mengalami kejadian suhu dingin nan cukup mencolok, terutama pada awal hari. Suhu udara nan lebih rendah dari biasanya menyebabkan selaput lendir di saluran pernapasan menjadi kering, nan merupakan pintu masuk utama bagi virus penyebab ISPA.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan bahwa peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan serupa terjadi di nyaris seluruh Puskesmas. "Kami memandang ada hubungan kuat antara penurunan suhu udara dengan jumlah penduduk nan mengeluhkan indikasi batuk dan pilek," ujarnya pada Kamis (4/6/2026).

Informasi Terkini: Peningkatan kasus ISPA di Mataram tercatat didominasi oleh golongan rentan, ialah balita dan penduduk lanjut usia (lansia). Dinkes menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan dasar.

Data Statistik Kenaikan Kasus

Berikut adalah perkiraan info peningkatan kasus ISPA di Kota Mataram berasas laporan mingguan Dinas Kesehatan pada Juni 2026:

Indikator Detail Kenaikan
Persentase Kenaikan Kasus 15% - 20%
Kelompok Usia Terbanyak 0 - 5 Tahun & > 60 Tahun
Gejala Dominan Batuk, Pilek, Demam Ringan
Status Ketersediaan Obat Aman / Mencukupi

Tips Menghadapi Cuaca Dingin di Mataram

Dinkes Kota Mataram memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat agar terhindar dari serangan penyakit saluran pernapasan selama musim dingin berlangsung:

  • Gunakan Pakaian Hangat: Gunakan jaket alias baju tebal saat beraktivitas di malam hari alias pagi buta.
  • Konsumsi Air Putih Hangat: Membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan suhu tubuh internal.
  • Gunakan Masker: Masker efektif menyaring udara dingin langsung dan mencegah penularan droplet di tempat umum.
  • Cukupi Nutrisi: Tingkatkan asupan buah-buahan nan kaya vitamin C untuk memperkuat sistem imun.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pengobatan berdikari dengan antibiotik tanpa resep dokter, lantaran kebanyakan kasus ISPA pada fase awal disebabkan oleh virus nan dapat sembuh dengan rehat cukup dan asupan nutrisi nan baik.

FAQ: Kasus ISPA di Mataram

  • Apakah ISPA menular? Ya, ISPA sangat mudah menular melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk alias bersin.
  • Kapan kudu ke dokter? Jika demam tinggi lebih dari 3 hari, ada sesak napas, alias dahak berwarna pekat.
  • Apakah jasa di Puskesmas gratis? Bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan nan terdaftar di faskes setempat, pemeriksaan dan obat-obatan tidak dipungut biaya.
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia