Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 1.306 warga positif TB, Didominasi Usia Produktif

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 1.306 penduduk positif TB, Didominasi Usia Produktif Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Suryaningsih(MI/KRISTIADI)

SEBANYAK 1.306 penduduk Kota Tasikmalaya, terindikasi positif menderita penyakit tuberkulosis (TB). Data itu tercatat sejak Januari hingga Mei 2026 berasas hasil skrining terhadap terduga suspeck 5.125 orang.

TB menjadi penyakit nan angkanya terus meningkat. Saat ini, 1.239 penderita tetap dalam pengobatan di rumah sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan, penyakit TB angkanya meningkat cukup signifikan. nan terbaru dari hasil skrining terhadap terduga suspeck 5.125 orang terdeteksi 1.306 di antaranya positif  menderita TB.

"Kasus TB di Kota Tasikmalaya dari hasil skrining berasas umur, pada usia 0-4 tahun ada 209 kasus, 15-24 tahun ada 200 kasus, 5-14 tahun ada 137 kasus, 25-34 tahun ada 171 kasus, usia 35-44 tahun ada 149 kasus, 45-54 tahun ada 145 kasus, 55-64 tahun ada 143 kasus, dan 65 tahun ada 116 kasus," paparnya, Selasa (9/6).

Dia menambahkan jumlah pasien TB di wilayahnya meningkat setiap tahun. Pada 2023 tercatat 4.747 orang, 2024 ada 4.712 orang, 2025 tercatat 4.290 orang dan 2026 ada 1.306 kasus.

Total hasil skrining dilakukan terhadap sasaran terduga sebanyak  13.989 orang. Penyebarannya didominasi usia produktif.

"TB merupakan  penyakit menular nan disebabkan kuman dan mempengaruhi paru-paru. Penyakit ini menyebar ketika orang nan terinfeksi lantaran batuk dan bersin," jelas Suryaningsih.

Dinas kesehatan, lanjutnya, saat ini terus berupaya melakukan edukasi guna menurunkan kasus tersebut.

"Kami mengimbau agar masyarakat disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat, menghindari kontak dengan orang nan menderita TB,  kudu menjaga kekebalan tubuh, pola makan seimbang dan berolahraga. Warga diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi penularan bisa dicegah," tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia