Dikritik, Teddy Ungkap 7 Hasil Kongkrit Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan luar negeri nan dilakukan Presiden Prabowo Subianto hanya sebagai arena 'gagah-gagahan seremonial'. Hal ini merespons komentar nan dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, perihal jumlah kunjungan luar negeri presiden.

"Jadi salah besar jika dibilang hanya gagah-gagahan seremonial. Jadi kita kudu lihat apa nan sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir," kata Teddy, mengutip IG Sekretariat Kabinet, Senin malam, dikutip Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu Teddy memaparkan tujuh hasil kongkret nan dihasilkan lewat kunjungan Prabowo ke luar negeri. Pertama, keberhasilan masuknya Indonesia dalam aliansi ekonomi BRICS.

"Manfaatnya apa? ya sekarang ini di tengah bentrok krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, nilai BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," beber Teddy.

Kedua, mengenai keberhasilan dalam penandatanganan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (UE). Ia mengatakan perjanjian tersebut baru selesai di jaman Prabowo, setelah 11 tahun.

"Tarif 0% di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian nan sudah diurus belasan tahun nan lalu, tapi kapan tercapai? Ya era Presiden Prabowo, tepatnya 2025 lalu," katanya.

Ketiga, mengenai dengan total investasi nan sukses dicatatakan mencapai Rp 2.430 triliun selama 1,5 tahun pemerintahan Prabowo. Termasuk di antaranya investasi nan diteken dari hasil kunjungan luar negeri Prabowo, seperti ke Jepang dan Korea Selatan.

"Contoh kongkret lain bulan lampau Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," katanya.

Keempat, Teddy juga menjelaskan bahwa dari hasil kunjungan presiden ke luar negeri juga membawa hasil kerja sama perangkat pertahanan dari Prancis, Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, dan beberapa negara eropa lainnya. Kelima, dia juga mencontohkan dari program ibadah haji nan sekarang Indonesia mempunyai akomodasi area pemukiman unik bagi jamaah asal Indonesia.

"Indonesia satu-satunya negara nan punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunya lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji," katanya.

Keenam, mengenai peran aktif Indonesia di Palestina. Menurutnya tidak semua negara bisa memberi support logistik seperti nan kerap RI berikan.

"Kita drop off logistik dari udara sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu kudu ada diplomasi dengan negara-negara nan wilayah udaranya dilewati oleh pesawat. Kemudian nan kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kita juga menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas di Indonesia," tuturnya.

Ketujuh, mengenai pembebasan WNI nan diamankan pihak Israel di Laut Bebas. Teddy menjelaskan bahwa melalui diplomasi Kementerian Luar Negeri hingga bisa membebaskan para WNI itu, hanya dengan kurun waktu beberapa hari.

Dalam kesempatan itu, Teddy juga menjelaskan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dengan kepala negara lain di suatu event alias forum itu merupakan saran dari Menteri Luar Negeri. Hal itu didasari dari penilaian prioritas, kepala negara mana nan diutamakan untuk bertemu.

Termasuk dalam perihal pertemuan nan bisa dilakukan langsung ataupun menggunakan telepon. Baik nan berisifat terbuka maupun tertutup.

"Saya rasa semua diplomat dahsyat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya jika itu tetap dipermasalahkan ya. Jadi ruang untuk setiap masukan kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan kebenaran tentang semua hasil nan telah kita capai," katanya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News