Ravie Wardani
, Jurnalis-Sabtu, 07 November 2026 |13:05 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
JAKARTA - Bahlil Lahadalia mengaku jengkel setelah dirinya dikaitkan dengan kasus dugaan penyadapan terlarangan Presiden Prabowo Subianto berbareng para oknum petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ketua Umum Golkar nan menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menakut-nakuti bakal mengambil langkah tegas mengenai tudingan nan dia sebut sebagai tuduhan tersebut.
Peringatan ini disampaikan Bahlil setelah dirinya dituding sempat menggelar pertemuan rahasia dengan sejumlah jenderal polisi sesaat sebelum penangkapan mengenai skandal penyadapan.
Bahlil mengaku baru mengetahui namanya diseret setelah mendarat dari penerbangan pagi hari. Ia dituding merupakan ketua umum partai nan menemui para perwira tinggi tersebut tiga jam sebelum diamankan.
"Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, nan mengatakan bahwa 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka," beber Bahlil dalam pidatonya pada Sabtu (7/11/2026).
Ia lampau menyoroti pernyataan seorang tokoh senior nan melontarkan tudingan liar tersebut melalui podcast di media sosial. Bahlil mengatakan pihaknya bakal mengambil langkah norma mengenai tuduhan tersebut.
"Ya saya bilang jika memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan! Kalau tidak, saya bakal somasi! Kalau tidak, saya bakal proses secara hukum! Karena ini berbahaya," serunya.
Bahlil pun memberikan tenggat waktu sebelum membawa perkara ini ke jalur peradilan pidana.
32 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·