Statistik gol Kylian Mbappe menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose usai cetak brace musuh Irak.(Dok. ESPN)
PELATIH tim nasional Prancis, Didier Deschamps, melontarkan kepercayaan besar bahwa bintang utamanya, Kylian Mbappe, bakal segera menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia. Pernyataan ini muncul setelah performa impresif Mbappe dalam laga terbaru Les Bleus.
Penyerang berumur 27 tahun tersebut tampil gemilang dengan mengemas dua gol saat Prancis menumbangkan Irak dengan skor telak 3-0. Pertandingan tersebut berjalan di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6) waktu setempat.
Tambahan dua gol ini membikin koleksi gol Mbappe di putaran final Piala Dunia sekarang menyentuh nomor 16. Catatan tersebut resmi menyamai torehan legenda Jerman, Miroslav Klose. Kini, pemain bernomor punggung 10 itu hanya terpaut dua gol dari megabintang Argentina, Lionel Messi, nan tetap memegang rekor tertinggi dengan 18 gol.
Konsistensi Menuju Puncak
Deschamps menilai pencapaian Mbappe, nan juga baru saja mencatatkan caps ke-100 berbareng timnas, adalah bukti konsistensi luar biasa. Menurutnya, rekor-rekor besar memang ada untuk dipecahkan oleh pemain dengan kualitas seperti Mbappe.
"Ada Messi, ada (Cristiano) Ronaldo. Saya tidak percaya Kylian bakal bermain hingga usia mereka, tetapi selama dia berada di lapangan dan merasa bugar, dia bakal mencetak banyak gol," ujar Deschamps sebagaimana dikutip dari CNA.
Statistik Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2026 (Per 23 Juni 2026):
| Lionel Messi | Argentina | 18 |
| Kylian Mbappe | Prancis | 16 |
| Miroslav Klose | Jerman | 16 |
Drama Cuaca dan Pembelaan untuk Dembele
Laga melawan Irak sempat diwarnai situasi tidak biasa akibat cuaca jelek nan memaksa pertandingan terhenti cukup lama. Deschamps menceritakan gimana dia mencoba menjaga mentalitas pemain di ruang tukar selama masa penundaan.
"Kami hanya menunggu. Kami mempunyai slot waktu nan terus-menerus diundur. Di Eropa ini nyaris awal hari. Ini adalah keadaan nan sangat spesial dan saya berambisi perihal seperti ini tidak terjadi lagi," kelakar Deschamps sembari mengungkap bahwa dia sempat berbual dengan para pemain untuk mencairkan suasana.
Selain membahas Mbappe, Deschamps juga memberikan pembelaan unik kepada Ousmane Dembele. Meski baru saja memenangkan Ballon d'Or, Dembele sempat mendapat sorotan tajam sebelum akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen ini.
"Bersikaplah lunak pada Ousmane. Dia perlu beradaptasi kembali dengan sistem nan tidak dia mainkan sepanjang tahun. Selama dia baik secara fisik, ini hanya masalah penyesuaian. Saya percaya penuh padanya," pungkas sang pelatih.
Dengan performa nan terus menanjak, publik sekarang menanti apakah Mbappe bisa melampaui rekor Messi dalam sisa pertandingan di turnamen ini, sekaligus mempertegas kekuasaan Prancis di panggung dunia. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·