Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps(AFP/Valery HACHE)
KABAR duka menyelimuti kamp latihan timnas Prancis di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Pelatih kepala Les Bleus, Didier Deschamps, dipastikan tidak bakal mendampingi anak asuhnya pada laga pamungkas Grup I melawan Norwegia nan dijadwalkan berjalan pada Sabtu (27/6) awal hari WIB.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps kudu segera bertolak kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman ibundanya nan wafat. Kabar duka tersebut diterima Deschamps pada Selasa (23/6) pagi, nan kemudian memicu keputusan sigap untuk meninggalkan tim sementara waktu demi urusan keluarga.
"Didier Deschamps tidak bakal dapat memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Norwegia melawan Prancis. Dia juga bakal tidakhadir pada laga terakhir Grup I," tulis pernyataan resmi FFF melalui laman resminya pada Rabu (24/6).
Guy Stephan Ambil Alih Komando
Selama absennya Deschamps, tanggung jawab teknis di pinggir lapangan bakal diserahkan kepada asisten pembimbing setianya, Guy Stephan. Keputusan ini diambil setelah adanya pembicaraan antara Deschamps dengan Presiden FFF, Philippe Diallo, nan saat ini berada di kamp latihan timnas.
Stephan diharapkan bisa menjaga momentum positif Prancis nan sejauh ini tampil impresif di fase grup.
"Deschamps telah mempercayakan tanggung jawab memimpin skuad kepada asisten pembimbing Guy Stephan hingga dirinya kembali," tambah pernyataan FFF.
Statistik Perjalanan Prancis di Grup I Piala Dunia 2026:
| Prancis vs Senegal | 3 - 1 | Menang |
| Prancis vs Irak | 3 - 0 | Menang |
| Prancis vs Norwegia | - | Mendatang |
Misi Mengunci Juara Grup
Meski tanpa kehadiran sang arsitek utama di bench, posisi Prancis sebenarnya sudah relatif aman. Kylian Mbappe dan kawan-kawan telah memastikan satu tiket ke babak 32 besar setelah menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan meyakinkan atas Senegal (3-1) dan Irak (3-0).
Namun, laga melawan Norwegia tetap mempunyai makna penting. Prancis memerlukan hasil positif untuk mengamankan status sebagai juara Grup I guna mendapatkan skema pertandingan nan lebih menguntungkan di fase gugur. Guy Stephan sekarang memikul beban untuk memastikan transisi kepemimpinan sementara ini melangkah mulus sebelum Deschamps kembali berasosiasi dengan tim di babak 32 besar nanti. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·