loading...
Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara. Foto/ The verge
LONDON - Jepang merekomendasikan perlindungan 'hak suara' para selebriti dari AI, dan menyarankan bahwa tindakan meniru bunyi untuk pengedaran dan untung dapat dituntut secara hukum.
Pada tanggal 7-8 Agustus, Kementerian Kehakiman Jepang merilis serangkaian rekomendasi nan bermaksud untuk melindungi "hak suara" para selebriti dan pengisi bunyi dari akibat peniruan oleh kepintaran buatan (AI), di tengah meningkatnya prevalensi video dan konten deepfake di platform online.
Menurut rekomendasi tersebut, bunyi para selebriti dan pengisi bunyi dianggap sebagai bagian dari identitas pribadi mereka, termasuk dalam lingkup kewenangan mereka untuk menampilkan gambaran dan identitas mereka di depan umum.
Penggunaan AI untuk membikin video alias konten dengan bunyi serupa lampau mempostingnya di media sosial untuk mendapatkan untung dapat dianggap sebagai pelanggaran kewenangan ini.
Kementerian Kehakiman Jepang mengeluarkan rekomendasi tersebut setelah sejumlah pengisi bunyi di negara itu berulang kali meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah AI meniru bunyi mereka secara bebas.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·