Di depan Wamendiktisaintek, Mahasiswa UI Beri Kartu Kuning untuk Dua Kementerian

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan mengeluarkan kartu kuning kepada Wamendiktisaintek, Fauzan. Kartu kuning itu ditujukan untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). 

Aksi itu dilakukan saat demo peringatan Hari Pendidikan Nasional di gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (4/5/2026).

"Kami dari BEM Se-Kerakyatan Indonesia memberikan kartu kuning dan juga ini adalah warning bagi Kemendiktisaintek dan juga Dikdasmen nan memang secara program tidak pernah menyentuh akar masalah daripada pendidikan," kata salah satu mahasiswa UI kepada Wamendiktisaintek, Fauzan, di depan gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (4/5/2027). 

Mahasiswa UI tersebut menuturkan, pemberian kartu kuning simbol dari kajian mengenai masalah esensial pendidikan di Indonesia. Dia menegaskan, tak ada satupun persoalan pendidikan nan secara konkret diselesaikan. 

"Tidak ada satupun program dari kementerian, hasil kerja konkrit dari kementerian nan berbincang pengentasan persoalan mengenai perihal tersebut," lanjut dia. 

Sebagai informasi, Wamendiktisaintek, Fauzan, menemui massa tindakan dari mahasiswa. Fauzan sempat duduk berbareng mahasiswa dan mendengarkan secara langsung tuntutan nan dibawa.

Sejumlah perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan aspirasinya. Fauzan berjanji menindaklanjuti tuntutan tersebut. 

"Apa nan kerabat jadikan sebagai tuntutan adalah tekad kami bersama. Kementerian Pendidikan Tinggi juga mempunyai atensi kuat dalam rangka untuk memerangi kecurangan-kecurangan, perilaku-perilaku nan dianggap bertentangan dengan moral, etika bangsa Indonesia," ungkap Fauzan di depan massa aksi, Senin (4/5/2026).

Selain itu, dia juga berharap, komunikasi antara Kemdiktisaintek dengan para mahasiswa tidak berakhir sampai sini. Bahkan, Fauzan membujuk mahasiswa untuk dapat datang ke ruangannya.

"Saya berambisi saudara-saudara tetap menjadi agent of control dalam apa, dalam perjalanan pendidikan khususnya pendidikan tinggi," jelas dia. 

Fauzan berjanji bakal menindaklanjuti tuntutan tersebut, sesuai dengan mekanisme-mekanisme nan ada. 

"Ada nan bisa sigap tetapi ada juga nan kudu menggunakan mekanisme, tentu ini memerlukan kesabaran," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita