Deteksi Dini Kanker Kulit dengan Teknologiamp;nbsp;AI, Ini Kata Dokter!

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Deteksi Dini Kanker Kulit dengan Teknologi AI, Ini Kata Dokter!

Deteksi Dini Kanker Kulit dengan Teknologi AI, Ini Kata Dokter! (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat Indonesia terpapar sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi sepanjang tahun. Paparan UV dapat merusak DNA kulit dan meningkatkan akibat terkena kanker kulit bagi semua jenis kulit, tidak hanya bagi mereka nan berkulit terang.

Risiko ini tercermin dalam info Globocan nan mencatat sekitar 1.716 kasus baru melanoma, salah satu jenis kanker kulit paling galak di Indonesia pada tahun 2022. Angka sebenarnya berpotensi lebih tinggi jika kanker kulit non-melanoma nan lebih umum terjadi juga diperhitungkan.

Tingginya akibat nomor kanker kulit di Indonesia ini dapat dicegah dengan penemuan awal agar dapat diatasi lebih cepat. Kondisi inilah nan membikin skrining longitudinal berbasis AI dapat membantu memperluas pemantauan setingkat ahli terhadap lebih banyak pasien, menjadikan penemuan awal lebih mudah diakses dan sistematis.

“FotoFinder ATBM Master sekarang memungkinkan pemantauan kulit nan objektif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan dermoskopi digital, pemetaan tubuh total, dan kajian berbasis AI, master dapat mengidentifikasi perubahan nan berpotensi ancaman jauh lebih awal dibandingkan pemeriksaan konvensional,” ujar Dr. dr Yulia Siskawati, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, master ahli kulit Lumi Clinic, dikutip Jumat (27/3/2026).

dr. Yulia mengatakan keterbatasan jumlah master ahli kulit nan saat ini hanya sekitar 2.500 dermatolog di seluruh Indonesia membatasi akses masyarakat terhadap pemeriksaan krusial seperti dermoskopi, mole mapping, dan skrining kulit berkala. Akibatnya, banyak pasien baru mencari pengobatan saat kondisinya sudah berada di tahap lanjut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com