Depan Purbaya-Bos BI, IMF Kembali Sebut RI Titik Terang Dunia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global, dengan esensial nan kuat, kebijakan nan kredibel, serta ketahanan ekonomi nan terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

IMF dan penanammodal dunia mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter nan solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan nan adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.

Di tengah dinamika dunia nan semakin kompleks, Indonesia dinilai bisa mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan nan didukung oleh kuatnya permintaan domestik.

Hal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI dan personil Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan penanammodal dunia pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).

"Dalam rangkaian IMF Spring Meetings tersebut, Bank Indonesia melanjutkan outreach dengan para penanammodal dunia untuk menekankan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur nan tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global," kata Direktur Departemen Komunikasi Anton Pitono, Rabu (15/4/2026).

Dengan pertumbuhan ekonomi nan tetap solid didukung oleh permintaan domestik nan kuat, inflasi nan terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan nan konsisten di tengah tekanan eksternal.

Bank Indonesia juga menekankan bahwa respons kebijakan nan ditempuh tidak lagi berkarakter konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan nan terintegrasi dan adaptif, mengombinasikan kebijakan moneter nan berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial nan pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

Di tengah dinamika dunia nan semakin kompleks, kata Anton, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar nan elastis namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas nan hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan.

Sinergi erat dengan Pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB serta realokasi shopping ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional.

Dalam jangka menengah, Indonesia juga menegaskan arah transformasi struktural menuju ekonomi berbobot tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.

"Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat kepercayaan penanammodal bahwa Indonesia tidak hanya berkekuatan tahan, tetapi juga semakin adaptif dan andal dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan nan berkepanjangan di tengah tantangan global," ujar Anton.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News