Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |14:19 WIB

BBM (Foto: Okezone)
JAKARTA - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menyoroti potensi lonjakan nilai BBM akibat eskalasi perang nan melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Menurutnya, akibat terhadap sektor daya bakal sangat berjuntai pada lama bentrok tersebut.
"Kalau ini bisa selesai sigap ya mungkin naiknya gak bakal tinggi gitu ya. Tapi jika ini berlarut-larut, ya itu nan dikhawatirkan ya. Itu nan mungkin bakal membikin kondisinya bisa lebih uncertain dan volatilitas nilai di energinya bisa bakal lebih tinggi gitu," kata Seto saat dijumpai Senin (2/3/2026).
Dia menjelaskan, transmisi utama akibat bentrok dunia biasanya bakal terlihat dari pergerakan nilai energi, khususnya minyak mentah. Negara-negara nan tetap berjuntai pada impor minyak dinilai bakal paling terdampak.
"Secara keseluruhan ya, ke seluruh negara, saya kira dampaknya adalah transmisinya itu bakal mungkin dilihat kelak dari nilai daya ya. Jadi itu nan mungkin bakal mempengaruhi kondisinya banyak negara terutama nan impor minyaknya," ujarnya.
Meski demikian, Seto menilai Indonesia telah mempunyai langkah mitigasi untuk mengurangi akibat tersebut. Salah satunya melalui kebijakan pengurangan ketergantungan impor energi, termasuk pengembangan biodiesel.
"Tapi kan jika kita lihat jika strateginya Bapak Presiden dari awal kan kita udah coba untuk mengurangi keterbatasan terhadap impor ya. Tadi salah satunya biodiesel, kebijakan dan segala macam. Saya kira itu udah satu langkah mitigasi ya. Jadi kita coba kurangin keterbatasan terhadap minyaknya," lanjut Seto.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·